Beranda Analisa Forex Pound Menunggu Rilis Data Ekonomi

Pound Menunggu Rilis Data Ekonomi

486
0

Pasangan GBP/USD naik seputar 0.3 % sampai cetak rekor paling tinggi harian pada 1.2968 pada 11/2. Namun, pergerakannya termoderasi waktu masuk session New York.

Walau banyak ahli optimistis Pound akan condong bullish dalam tahun ini, ketidakpastian sekitar negosiasi dagang Inggris serta Uni Eropa masih menguasai pikiran investor serta trader.

UK Office for National Statistics ONS barusan sore menginformasikan jika perkembangan GDP Inggris cetak kenaikan cepat 0.3 % MoM pada bulan Desember, sukses menyeimbangi rekor -0.3 % pada era sebelumnya.

Ini bawa perkembangan ekonomi kuartalan ke tingkat flat 0 %, tapi menyokong perkembangan tahunan pada pergerakan 1.1 % -lebih tinggi dari harapan pada 0.8 % YoY.

Posisi Pound yang nampaknya oversold membuat prospek untuk menuai kesempatan buat trader yang bullish pada Pound, beberapa salah satunya makin berani sebab data Inggris yang lebih baik.

Launching data ekonomi penting Inggris datang di hari Selasa dengan perkembangan kuartal ke empat tahun 2019, kata Joe Manimbo, analis forex di Western Union.

Laporan produksi manufaktur serta produksi industri Inggris bulanan yang dikeluarkan hampir serempak, masih memperlihatkan deskripsi kegiatan usaha yang lemah.

Meskipun begitu, neraca perdagangan kuartalan sukses mencatatkan kapasitas surplus untuk kali pertamanya dalam lebih dari satu dekade paling akhir.

Ditambah lagi ketertarikan pasar menyambut paket stimulus fiskal yang akan dikeluarkan oleh PM Inggris Boris Johnson, karena itu terbukalah kesempatan beli Pound yang dipandang cukup prospek dari sisi mendasar.

Prakiraan fundamen kami masih jika Inggris serta Uni Eropa akan menyetujui pakta perdagangan kasar untuk beberapa bidang.

Beberapa kesepakatan sesaat untuk bidang kunci yang lain buat memuluskan jalan keluar Inggris dari pasar tunggal di akhir tahun ini, kata Kallum Pickering.

Salah Satunya ekonom Inggris di Berenberg Bank, Kami  memandang kebijaksanaan fiskal akan berperan seputar 0.7 point buat perkembangan GDP penting di tahun 2020.

Fokus pada investasi bidang publik yang diperuntukkan untuk tingkatkan produktivitas di utara Inggris.

Meskipun begitu, gerakan Pound sampai sekarang condong berhati-hati. Beberapa aktor pasar meragukan proses perundingan dagang Inggris dengan Uni Eropa ke depan, sebab dipandang masih berselimutkan ketidakpastian yang begitu pekat.

Sedang beberapa lainnya memandang perlambatan ekonomi global karena bermacam perselisihan perdagangan serta wabah virus Corona pasti akan sedikit-banyak berimbas pada perekonomian Inggris.

Ditambah lagi, perdagangan luar negeri Inggris peluang akan seret sampai tahun 2021 karena resiko brexit.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses