Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Pound Mengalami Penurunan 2% Gara-gara Strain Virus COVID-19 Baru

Pound Mengalami Penurunan 2% Gara-gara Strain Virus COVID-19 Baru

434
0

Pasangan mata uang GBP/USD mengalami penurunan seputar 2 % ke range 1.3250-an pada perdagangan sesion Eropa hari ini 21/12.

Berkenaan dengan ditemukan strain virus COVID-19 terkini di Inggris yang sangat membahayakan dibandingkan strain sebelumnya, pemerintahan mempereketat ketentuan pembatasan sosial dan lockdown di beberapa daerah.

Saat itu, pembicaraan dagang pasca-brexit di antara Inggris dan Uni Eropa belum berbuah hasil apa saja.

Pound Mengalami penurunan 2% Gara-gara Strain Virus COVID-19 Baru

Tenaga medis mendapati strain virus COVID-19 baru di Inggris yang menebar 70% bisa lebih cepat.

Pemerintahan Inggris sekarang ini berusaha pastikan berapa mematikan strain baru itu, sesaat mempererat lockdown di beberapa posisi yang menulis kenaikan masalah paling tinggi.

Strain baru ini bisa menebar bisa lebih cepat. Kami sudah memeringatkan WHO, tegas Chris Whitty.

Tidak ada bukti yang memperlihatkan strain baru menyebabkan posisi mortalitas semakin tinggi atau jika itu mengubah vaksin dan perawatan, walau usaha sedang dikerjakan untuk mengonfirmasinya.

Seluruh usaha non-esensial seantero Inggris mau tak mau ditutup sampai tahun akhir karena ada kecemasan jika strain baru ini tidak bisa dihindari oleh vaksin yang telah ada.

Saat itu, beberapa negara Eropa tutup tepian mereka untuk semuanya perjalanan dari dan ke Inggris, terhitung tetangga paling dekatnya, Prancis. Ini memberikan ancaman kelangsungan perdagangan dan perbaikan perekonomian Inggris.

Karena besarnya bidang jasanya dan jeleknya posisi infeksi COVID-19, ekonomi Inggris sudah benar-benar terpukul oleh wabah.

Walau Inggris mengawali program vaksinasi lebih cepat, rebound ekonomi peluang terpukul oleh gempuran yang berulang-ulang, kata Jane Foley, seorang ahli startegi FX di Rabobank.

Foley memprediksi kurs pound-euro tetap ada di bawah 1.1363 selama setahun 2021.

Keinginan pasar seterusnya bertumpu pada pembicaraan dagang pasca-brexit yang keras.

Ketidakberhasilan terwujudnya persetujuan di akhir minggu kemarin membuat semakin banyak faksi cemas pada resiko no-deal brexit.

GBP naik seminggu lalu tapi cuman akan bertahan bila persetujuan dagang disepakati pada akhir minggu, kata Kit Juckes, kepala taktik FX di Societe Generale.

Beberapa negosiator sekarang cuman mempunyai waktu kurang dari 2 minggu buat raih satu persetujuan yang siap diratifikasi oleh parlemen Inggris dan Uni Eropa.

Mengakibatkan, nilai ganti pound semakin ringkih versi USD atau Euro. Laporan dari BBC mengutarakan pemerintahan terus akan bertransaksi sampai Natal untuk memutus apa pembicaraan akan bersambung atau mungkin tidak.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses