Tindakan jual poundsterling terpicu oleh komentar beberapa anggota MPC BoE mengenai potensial pemotongan suku bunga dalam tempo dekat, dan launching data GDP Inggris yang menyedihkan.
Di akhir minggu, Gertjan Vlieghe, salah satunya anggota team kebijaksanaan moneter MPC BoE, menjelaskan jika dia akan merekomendasikan pemotongan suku bunga untuk kali pertamanya semenjak tahun 2016.
Jika data ekonomi Inggris yang dikeluarkan bulan ini tunjukkan kapasitas yang lesu.
Komentar itu seirama dengan pengakuan Gubernur BoE Mark Carney serta anggota MPC Silvana Tenreyro yang dikatakan beberapa waktu awalnya.
Jika ketidakpastian sekitar ketentuan perdagangan hari esok atau lesunya perkembangan global terus memberatkan keinginan agregat dalam perekonomian.
Karena Itu cenderung saya ialah menyepakati pemotongan suku bunga dalam tempo dekat, kata Tenreyro dalam satu acara yang diselenggarakan oleh Resolution Foundation.
Tidak dinyana, data Gross Domestic Product GDP yang diterbitkan ini hari tampilkan kapasitas jelek. Perkembangan GDP dalam bulan Novemebr 2019 menciut 0.3 %, sedang pergerakan GDP tahunan terkoreksi dari 1.0 % jadi 0.6 %.
UK Office for National Statistics ONS memberikan laporan jika produksi manufaktur turun 1.7 % dalam periode yang sama; meleset jauh dari perkiraan penurunan 0.3 % yang dibanderol oleh beberapa ekonom.
Ini sudah tingkatkan desakan buat Pound pada awal minggu serta membuat pasar tingkatkan kesempatan pemotongan suku bunga awal tahun ini, kata Robin Wilkins dari Lloyds Bank.
Sambungnya, Mengingat dua anggota MPC lain, Saunders serta Haskel, telah voting untuk memotong suku bunga dalam dua rapat kebijaksanaan paling akhir, pasar peluang selalu menyimak banyak komentar selanjutnya dari komite BoE yang beranggotakan sembilan orang.






