Ekonomi AS mungkin saja telah sedang resesi. Namun apabila resesi ekonomi kali ini adalah resesi yang terburuk?
Sesuai yang dikutip dari Reuters, Sabtu 28/3, depresi hebat pernah melanda AS dalam tahun 1929 dan berlangsung sampai tahun 1933.
Resesi ini dimulai dengan jatuhnya pasar saham yang mengakibatkan pengangguran besar-besaran dan anjloknya pertumbuhan ekonomi.
Krisis hebat ini membentuk pulang perekonomian AS, mengubah pola migrasi dan memunculkan gaya musik baru, seni dan sastra.
Tetapi pada bawah Franklin Delano Roosevelt, tercipta serangkaian program seperti asuransi pengangguran, tunjangan pensiun jaminan sosial dan asuransi setoran bank yang menciptakan resesi ini tidak mungkin terulang lagi.
Merebaknya covid-19 yang tidak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya sudah menarik garis paralel dengan depresi hebat AS sebelumnya.
Kepala Ekonom Global berdasarkan Economic Outlook Group, Bernard Baumohl mengatakan, tidak ada definisi spesifik terjadinya suatu depresi.
Tapi yang ini sangat berbeda dari resesi pada hal panjang dan dalamnya, tegasnya. Sebagai contoh, dalam depresi hebat sebelumnya, AS kehilangan 20% aktifitasnya selama 3 tahun, dan empat kali lipat kehilangan dalam resesi hebat tahun 2007-2009.
Kurang lebih empat tahun mengalami depresi hebat, hampir sepertiga menurut output AS menghilang.
Sementara penjelasan dari ekonom berpikir output tahunan AS pada periode April hingga Juni mungkin menurun 14% atau lebih, beberapa berpikir jika jenis pelemahan sebenarnya mampu bertahan menurut ketika ke ketika.
Pengeluaran pemerintah membuat perbedaan. Klaim pengangguran sudah meroket, tetapi demikian juga jumlah uang yang direncanakan pemerintah buat ditransfer ke rakyat dan perusahaan besar dan kecil. Stabilisator ini terbukti kuat dalam pelemahan pada masa kemudian.
Bank sentral yang jugapenting. Kesalahan kebijakan Federal Reserve dan tidak berhasilnya untuk mencegah serangkaian penutupan bank sanggup dibilang berkontribusi terhadap depresi hebat pada masa lalu.
Kali ini, seperti pada 2007, The Fed dan bank sentral dunia sudah beranjak merendam ekonomi dengan menggelontorkan uang tunai dan membuat program baru buat mencoba membatasi risiko tidak berhasilnya bisnis dan pengangguran yang berkelanjutan.
Langkah berikutnya yang paling krusial, istilah sekelompok ekonom dan pembuat kebijakan, adalah memperbaiki respons kesehatan masyarakat Amerika.
Sebuah tambal sulam restriksi di semua negara bagian dan Gedung Putih yang lambat dimobilisasi bisa menciptakan pengaruh virus corona semakin buruk, istilah para pakar kesehatan
Desakan agar Presiden AS Donald Trump buat membuka pulang ekonomi dengan cepat membawa risiko.
Merevisi kebijakan lockdown dievaluasi terlalu dini bisa mengakibatkan gelombang depresi kedua, dari sebuah studi yang berfokus dalam China yang diterbitkan minggu ini di Lancet Public Health Journal.
Semakin tinggi korban virus, dan semakin lama endemi berlangsung, semakin poly kerusakan dalam perekonomian.
Urutan pertama bisnis merupakan buat menerima penyebaran virus di bawah kendali dan lalu melanjutkan aktivitas ekonomi, kata kepala Fed Jerome Powell dalam hari Kamis.






