RBNZ (Gubernur Bank Sentral New Zealand), Graeme Wheeler, hari Rabu 30/Agustus/2017 siang hari ini mengemukakan pidato perpisahan yang menyebutkan kalau Dolar New Zealand yang lemah masih tetap diperlukan untuk mendorong sektor export serta mengangkat inflasi. Mengakibatkan, mata uang yang juga dikenal dengan sebutan Kiwi itu dilanda tindakan sell-off.
Wheeler juga menyebutkan kalau resiko yang masih tetap ada pada pasar perumahan juga akan terangkat kembali jika bank sentral mencabut kebijakan pembatasan nilai utang Loan-to-Value Ratio/LVR. Gubernur yang akhiri jabatannya bulan ini itu menyinggung masalah LVR berkenaan dengan desakan politik yang akan kembali mempertanyakan peranannya.
” Pencabutannya LVR mesti disertai dengan kepercayaan kalau resiko kestabilan finansial akan tidak lebih buruk sekali lagi, ” papar Wheeler dalam pidato terakhir sesudah lima tahun menjabat jadi Gubernur RBNZ.
PM New Zealand, Bill English, menyebutkan, bulan ini dianya telah memperingatkan bank sentral kalau ketentuan itu (LVR) cuma berbentuk sesaat. RBNZ semestinya selekasnya menyampaikan persyaratan apa yang dibutuhkan untuk menghapusnya. Lagipula, problem pasar perumahan NZ telah mendingin dalam sebagian bulan ini, dengan penjualan tempat tinggal turun sepanjang nyaris satu kuartal sampai Juli.
NZD/USD Menurun
NZD/USD turun ke tempat 0.7241 dari angka 0.7263 sesudah pidato Wheeler dilaunching di website resmi RBNZ. Tetapi, penurunan itu tidak selalu mendalam mendekati sore hari ini.
” Ia Wheeler mengutamakan kalau Dolar New Zealand yang bisa lebih lemah masih tetap diperlukan, serta ini cukup untuk menakuti-nakuti pasar, ” tegas Doug Steel, dari ekonom senior BNZ yang diambil oleh Reuters.
Diluar itu, beberapa investor juga jual Kiwi mereka di dalam spekulasi kalau bank sentral mungkin saja juga akan lakukan intervensi pasar, walau beberapa trader sudah menyebutkan kalau RBNZ tidak tunjukkan langkah ke peluang itu.






