Dolar Australia memasuki sesi perdagangan flat seputar posisi 0.6777 pada Dolar AS pada awal perdagangan session New York 26/11, tapi sempat melompat sesaat selesai pidato gubernur bank sentra Australia RBA.
Gubernur RBA, Philip Lowe, mengutarakan jika program pembelian obligasi Quantitative Easing/QE sesuatu pilihan yang akan diperhitungkan jika suku bunga telah dipotong sampai 0.25 %. Namun skenario itu peluang tidak dikerjakan dalam tempo dekat.
Dalam pidatonya barusan sore, Philip Lowe menjelaskan, Menurut saya, tidak ada lanjutan yang mulus dari pemotongan suku bunga ke Quantitative Easing.
Mengadakan program pembelian asset yang dibiayai dengan pencetakan uang ialah satu langkah yang tambah lebih besar daripada memotong suku bunga.
Komentar Lowe itu otomatis menyikapi pertaruhan yang marak tersebar akhir-akhir ini mengenai peluang RBA melakukan QE untuk memburu perolehan sasaran inflasi serta ketenagakerjaan.
Lowe menerangkan juga beberapa ketentuan untuk diluncurkannya QE jika ada akumulasi bukti jika, dalam periode menengah, kami mustahil sampai sasaran kami.
Secara spesial, jika kami bergerak menjauh dari, bukanlah dekati, sasaran kami untuk full-employment atau inflasi, karena itu pembelian sekuritas pemerintah akan masuk ke jadwal dewan RBA, kata Lowe.
Tetapi, dia memberikan tambahan jika dianya mengharap kebijaksanaan publik lain jadi pilihan yang dimasukkan dalam jadwal negara.
Diluar itu, kalau RBA betul-betul melakukan QE, karena itu perwujudan yang diambil ialah pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.
Faktanya, cara barusan bisa berefek pada harga semua asset serta suku bunga dalam perekonomian, hingga mencapai semua sisi skema keuangan, bukan hanya interferensi yang mengubah pasar untuk satu type asset swasta saja.
Lepas dari semua syarat itu, Lowe memperjelas jika ambang untuk ambil langkah QE di Australia belum terwujud, serta saya tidak memperkirakannya akan terwujud dalam tempo dekat.
RBA masih memprediksi perkembangan ekonomi Australia untuk sampai pergerakan 3 % pada tahun 2021, dimana hal ini diinginkan turunkan pengangguran serta mengangkat pergerakan inflasi.
Bisa jadi akan datang satu titik dimana QE dapat menolong mempromokan kesejahteraan kita bersama dengan, tapi kita belum sampai pada titik itu serta saya tidak memprediksi kita akan sampai disana, pungkas Lowe.






