
Dalam perdagangan hari Selasa 28/Agustus, Indeks Dolar AS DXY semakin mendekati posisi paling rendah dalam sebulan.
Walau Sebenarnya Amerika Serikat sukses sampai persetujuan dengan Meksiko berkaitan renegosiasi ketentuan North America Free Trade Ruang NAFTA. Acuan kemampuan Greenback lawan mata uang mayor itu terlihat -0.10 % ke 94.67 dalam pertengahan session Eropa.
Presiden Donald Trump menginformasikan tercapainya persetujuan AS-Meksiko dengan mengatakan jika persetujuan yang terwujud “jauh lebih adil” dibanding ketetapan NAFTA awal mulanya yang sudah laku semenjak tahun 1994.
Seseorang petinggi senior AS menyampaikan dalam BBC, “Ada beberapa permasalahan dengan Kanada dalam kerangka kesepakatan NAFTA, tapi saya duga dapat dituntaskan dengan amat cepat.”
Perdana Menteri Justin Trudeau menyampaikan dalam media jika pihaknya sudah lakukan beberapa diskusi konstruktif dengan Presiden Trump semenjak diumumkannya persetujuan itu.
Menteri Luar Negeri Kanada, Chyrystia Freeland, juga diskedulkan bertolak ke Washington DC untuk membahas permasalahan ini kurun waktu dekat.
Dari perspektif aktor pasar keuangan global, persetujuan AS-Meksiko adalah tanda positif buat kelangsungan perekonomian dunia, hingga tingkatkan minat dalam aset-aset beresiko di negeri jiran Paman Sam dan kurangi daya tarik Dolar AS.
Pasangan USD/CAD sudah turun 0.24 % di dalam hari ini ke posisi 1.2936, walau partnernya USD/MXN condong konstan di rata-rata 18.770.
Kesepakatan ini memberi kesan-kesan jika saat ini Presiden AS kurang tertarik memunculkan perseteruan, alih-alih lakukan upaya-upaya untuk membawa pulang jalan keluar konstruktif dari ajang perang dagang, papar Esther Reichelt, ahli taktik Commerzbank, dalam Reuters.
Walau bagaimanapun, gerakan pasar condong berjalan hanya terbatas, karena beberapa data ekonomi terpenting dari AS akan diterbitkan dalam beberapa waktu ke depan serta punya potensi menyebabkan gerakan berarti.
Dengan spesial, CB Consumer Confidence diperkirakan mengalami penurunan dari 127.4 ke 126.7 dalam bulan Agustus. Jika angka aktual nyatanya lebih baik, karena itu bisa meredam pelemahan Dolar akan tetapi penurunan dapat berlanjut bila data aktual lebih jelek di banding harapan.





