Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Perkembangan Ekonomi Australia Diprediksikan Akan Semakin Buruk

Perkembangan Ekonomi Australia Diprediksikan Akan Semakin Buruk

563
0

Dolar Australia tercatat menurun dua hari berturut-turut sampai tersuruk pada posisi 0.6738 pada Dolar AS memasuki  perdagangan session New York 28/8.

Sentimen pasar pada mata uang komoditas lebih buruk sebab perselisihan dagang AS dengan China. Diluar itu, Aussie dibebani oleh data bidang konstruksi yang memberikan indikasi semakin menurunnya ekonomi memasuki II/2019.

Berdasar data yang dikeluarkan barusan pagi, output bidang konstruksi Australia jatuh 3.8 % QoQ, seasonally adjusted memasuki kuartal II/2019.

Ini adalah penurunan empat kuartal berturut-turut, sekaligus juga memberikan indikasi keadaan lebih jelek dibanding perkiraan pasar. Walau sebenarnya, konsensus memprediksi menurunnya output konstruksi mencapai 1 % saja.

Data mengisyaratkan akan ada penurunan relevan untuk pembangunan perumahan di Australia dari laporan GDP riil kuartal ke-2. Perkiraan awal kami untuk data GDP riil kuartal ke-2 pada 0.6 % beresiko direvisi turun.

Data output konstruksi, ditambah lagi data CAPEX kuartal II esok, akan memberi bahan alasan bagus tentang bagaimana investasi usaha Australia berjalan dalam kuartal ke-2, kata Kim Mundy CBA.

Penurunan dalam output konstruksi berlangsung pembangunan perumahan atau non-perumahan, sesudah harga property turun sepanjang 18 bulan berturut-turut di kota-kota penting Australia.

Awalnya, harga property yang lebih rendah di kuatirkan akan menyebabkan penurunan kegiatan konstruksi, penambahan pengangguran, serta meneror perkembangan ekonomi.

Beberapa kecemasan itu sekarang sudah terealisasi, walau beberapa faksi yakini data property akan terstabilisasi dalam tempo dekat.

Jika perkembangan ekonomi betul-betul melambat lebih jelek dibanding perkiraan pasar, karena itu RBA mungkin saja sangat terpaksa memotong suku bunga dalam jumlahnya semakin besar atau mengeluarkan kebijaksanaan inkonvensional.

Selain itu, aktor pasar akan memonitor data CAPEX yang umumnya cuma berefek kecil di pasar forex. CAPEX adalah data yang meliputi realisasi berbelanja modal perusahaan-perusahaan di negeri Kanguru.

Pertumbuhan investasi usaha swasta sudah menghilang dalam beberapa kuartal paling akhir, karena moderasi berbelanja perlengkapan serta pabrik.

Input modal yang terus-terusan lesu memberikan indikasi lanjutan trend ini dalam kuartal ke-2, kata Elsa Lignos dari RBC Capital Markets.

Sambungnya, Kami menginginkan kenaikan keseluruhan CAPEX sebesar 0.8 % pada kuartal ke-2, serta akan menyimak perkiraan gagasan CAPEX ke-3 untuk 2019-2020. Perkiraan awal yang diterbitkan awalnya sudah menyedihkan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses