Mata uang dolar Amerika Serikat melemah dan segera menuju pekan terburuknya dalam jangka waktu hampir dua tahun terakhir setelah pihak dari Bank of England dan European Central Bank memperketat atas kebijakan mereka tentang moneter.
Indeks dari dolar AS sendiri yang mengukur greenback terhadap seluruh mata uang lainnya turun sebesar 0,19 persen menjadi sebesar 95,19, jatuh ke level paling rendah tiga minggu ini. Selain itu mata uang kebanggan Indonesia , Rupiah, juga menurun tipis sekali sebesar 0,01 persen ke harga 14.375 per USD nya.
Kabar Pair mata uang lain pasca ulah dari Dolar AS
Pasangan mata uang lainnya seperti USD/JPY juga mengikuti rupiah untuk turun tipis sebesar 0,01% ke 114,93. Sejumlah analis telah memperkirakan bahwa pihak Bank of Japan mungkin mengikuti rekan-rekannya untuk terus memperketat kebijakan moneter mereka ketika menjatuhkan keputusan kebijakannya di minggu yang berikutnya.
Berbeda dengan Pasangan AUD/USD yang malah naik tipis sebesar 0,05% menjadi 0,7143. Meskipun begitu, pihak Reserve Bank of Australia atau RBA memperkirakan tingkat inflasi lebih cepat dan bank sentral tersebut mengatakan akan mempertahankan sejumlah kebijakan dovishna karena tampaknya akan melanjutkan usaha pemulihan upah dan juga standar hidup.
Pasangan lain seperti USD/CNY tetap tidak berubah di harga 6,3610, karena disebabkan oleh pasar China yang masih tutup sepanjang liburan hari raya Tahun Baru Imlek.
Pasangan poundsterling terhadap USD, GBP/USD, sedikit naik sebesar 0,12% ke 1,3612 pukul 11.28 WIB. Pihak BOE menerbitkan sejumlah keputusan kebijakannya pada hari Kamis, di mana hampir setengah dari seluruh para pengambil kebijakannya lebih berminat untuk memilih kenaikan yang lebih besar untuk mengendalikan tingkat inflasi cukup sangat tinggi.
Mata uang Euro mencapai level tertinggi sejak tanggal 14 Januari 2021 yang lalu. Presiden dari ECB, Christine Lagarde , sendiri telah mengatakan ada kemungkinan tidak untuk terus meningkatkan jumlah suku bunga seiring meningkatnya tingkat risiko inflasi.
“Sangat tidak masuk akal apabila untuk menyimpulkan bahwa puncak dari perbedaan kebijakan Fed-ECB telah melewati pihak kita,” ungkap seorang Analis ING menyatakan kepada Reuters. Dan menambahkan juga level paling terendah pada minggu sebelumnya untuk mata uang euro mungkin menandai titik terendahnya dalam siklus ini.
Di sisi hasil data, seluruh investor Dolar AS menunggu hasil data laporan pekerjaan Amerika Serikat yang terbaru, termasuk untuk ketenagakerjaan di bidang nonpertanian, yang akan baru dirilis hari ini.



