Index dolar AS DXY naik lebih dari 0.6 % ke range 92.80-an dalam perdagangan sesion New York ini hari 14/7/2021.
Peluncuran data inflasi Amerika Serikat memperlihatkan perkembangan harga-harga yang jauh melewati harapan kesepakatan, hingga lebih memajukan prediksi peningkatan suku bunga The Fed dan mengatrol kurs USD pada bermacam mata uang yang lain.
Dolar AS Melesat Saat Launching Data Inflasi Juni 2021
Pergerakan inflasi customer AS tumbuh 0.9 % Month-over-Month di bulan Juni 2021, atau hampir 2x lipat dibanding harapan pasar yang cuman sebesar 0.5 %.
Perkembangan cepat itu menggerakkan pergerakan inflasi tahunan bertambah sampai 5.4 %, jauh melebihi perkiraan awalan yang cuman 4.9 % Year-on-Year. Pergerakan inflasi pokok ikut sampai 4.5 % versi harapan 4.0 %.
Data ini makin perkuat keinginan beberapa aktor pasar supaya Federasi Reserve AS akhiri Quantitative Easing dan meningkatkan suku bunga bisa lebih cepat.
Prospect ini mempunyai potensi memberikan keuntungan untuk beberapa investor yang membidik imbal hasil bunga semakin besar, hingga tingkatkan kurs USD.
Laporan inflasi AS terkini datang jauh di atas harapan dan pasar bereaksi dengan menggerakkan dolar kuat dan index menurun, kata Fawad Razaqzada, riset pasar di ThinkMarkets, Kenaikan dalam IHK terang sekali tidak tersangka, berdasar reaksi pasarnya.
Dengan ongkos transportasi bertambah dan harga minyak masih tetap tinggi, ada resiko jika inflasi tetap ada di tingkat tinggi untuk periode waktu semakin lama dari prediksi The Fed.
Ini bulan ke-4 di mana pergerakan inflasi melampaui harapan pada angka khusus atau pokok, lebih Razaqzada.
Saat informasi dicatat, EUR/USD roboh sekitaran 0.7 % ke range 1.1775. GBP/USD roboh 0.5 % ke range 1.3815, sedang AUD/USD roboh lebih kurang 0.4 % ke range 0.7445.
Meskipun begitu, beberapa petinggi The Fed sebetulnya tidak memberikan dukungan prospect peningkatan suku bunga yang bisa lebih cepat.
Ketua The Fed, Jerome Powell, sudah berkali-kali memperjelas jika kenaikan inflasi sekarang ini cuman memiliki sifat sementara dan bank sentra memerlukan banyak data selainnya inflasi saat sebelum bisa mengganti peraturannya.
Beberapa investor dan trader akan menyorot referensi Powell esok buat mengawasi penilaiannya kembali mengenai permasalahan inflasi dan peraturan moneter.






