Kurs dolar AS melemah pada sekeranjang mata uang penting yang lain di akhir perdagangan Selasa Rabu pagi WIB, sebab beberapa pedagang mengolah beberapa data ekonomi yang suram.
Keyakinan customer AS surut pada September mengejar bertambahnya kemelut perdagangan yang menyebabkan kecemasan mengenai keadaan usaha serta pasar tenaga kerja, signal mungkin yang mencemaskan untuk pengeluaran customer, yang sudah jadi penggerak ekonomi.
Indeks keyakinan customer AS melemah jadi 125,1 memasuki bulan September, turun tajam dari catatan bulan Agustus sebesar 134,2, barisan analisa usaha yang berbasiskan di New York, Conference Board memberikan laporan Selasa 24/9/2019.
Bertambahnya kemelut perdagangan serta biaya di akhir Agustus nampaknya sudah mengguncangkan customer, kata Lynn Franco, direktur senior tanda ekonomi pada barisan analisa itu, dalam satu pengakuan.
Survey yang relatif suram dari Conference Board menggambarkan survey keyakinan lain serta bisa mengupdate kecemasan pasar keuangan dari krisis yang sudah cukup diredakan oleh penjualan ritel, produksi industri serta data perumahan yang kuat pada Agustus.
DXY, yang mengukur Dolar AS pada enam mata uang pesaingnya, turun 0,27 % jadi 98,3392 di akhir perdagangan.
Di akhir perdagangan New York, euro naik jadi 1,1017 dolar AS dari 1,0995 dolar AS pada session awalnya, serta pound Inggris naik jadi 1,2495 dolar AS dari posisi sebelumnya 1,2435 dolar AS memasuki session awalnya.
Dolar Australia bergerak naik jadi 0,6799 dolar AS dari posisi sebelumnya 0,6769 dolar AS.
Dolar AS dibeli 107,04 yen Jepang, lebih rendah dari posisi sebelumnya 107,46 yen Jepang pada session awalnya.
Dolar AS turun jadi 0,9855 franc Swiss dari 0,9898 franc Swiss, serta turun jadi 1,3236 dolar Kanada dari 1,3259 dolar Kanada.






