Beranda pendidikan forex Perbandingan Profit Menggunkan Emosi VS Dengan Logika

Perbandingan Profit Menggunkan Emosi VS Dengan Logika

955
0

Sebenarnya, banyak trader yang memastikan level Sasaran Profitnya dengan emosi serta tidak ikuti rencana setrategi Exit yang sudah direncanakan. Argumennya berbagai macam.  Yang pertama : keluar pasar sebelumnya saatnya. Argumen yang umum yaitu cemas tidak kebagian profit, hingga profit yang didapat cuma beberapa saja dari yang semestinya dapat diperoleh.

 

Ke-2 : memprediksi pasar akan bergerak sesuai keinginan, yang lalu tempat ditahan walau keadaan pasar sudah beralih, hingga profit yang semestinya dapat didapat jadi jadi hilang. Mirip contoh tersebut ini :

4 Perbandingan Profit Menggunkan Emosi VS Dengan Logika

Kita peroleh tanda untuk entry dari Pin Bar yang mengalami penolakan (rejection) pada level dukungan sekalian sebagai tanda penerusan arah tren (uptrend), serta kita dapat buka tempat buy. Harga selalu bergerak diatas garis Moving Average (umumnya EMA-8 serta EMA-21 Daily) sebagai level dukungan bergerak maju.

 

Saat sekian hari lalu harga sudah mulai menembus garis Moving Average serta membuat level resistance (garis horisontal atas), dengan logika serta mudah dapat disimpulkan kalau gerakan harga sudah mengalami penolakan pada level resistance yang baru terjadi itu. Harga penutupan hari itu yang ada dibawah level harga pembukaan (bar candlestick warna hitam).

 

 Hal ini adalah tanda untuk Exit, atau menggeser level Stop Loss untuk mengoptimalkan profit (dapat dengan memakai sarana Trailing Stop yang ada pada basis trading).

 

Harga bergerak turun serta lalu mengalami penolakan kembali oleh garis Moving Average selanjutnya, hingga ada peluang untuk selalu rally. Bila Anda sudah Exit pada bar sebelumnya, mungkin tidak demikian kuatir, namun yang tetap dalam tempat pasti agak kuatir, apakah mungkin harga akan kembali naik?

444 Perbandingan Profit Menggunkan Emosi VS Dengan Logika

Rasa kuatir serta cemas yaitu satu diantara contoh keterlibatan emosi dalam trading, dalam soal ini mungkin karna tidak memerhatikan tanda exit dari gerakan harga (price action) sampai terlambat Exit, atau karna rasa greed (serakah) untuk peroleh profit sebanyak mungkin, yang tidak terlepas dari dampak emosi.

 

Bila Anda tetap dalam tempat serta tetaplah mencermati pasar, pada hari selanjutnya terjadi setup Pin Bar sekali lagi (walau kurang penting) serta mengalami rejection oleh garis Moving Average periode yang lebih panjang (warna abu-abu).

 

Pasar memanglah arena pertarungan pada bullish serta bearish. Bila yang bullish menang, jadi harga akan bergerak ke atas serta demikian sebaliknya. Karna pasar sudah membuat level resistance, jadi kita harus hati-hati saat harga mendekati level itu. Dapat breakout, false break (tanda break palsu), atau berbalik arah.

 

Dalam contoh diatas, pada hari selanjutnya nyatanya contoh harga mengalami rejection di level resistance itu, disusul dengan terjadinya formasi Bearish Engulfing yang menembus batas-batas ke-2 tanda Moving Average. Isyarat pasar sudah terang, peluang besar harga akan bergerak turun. Disini yaitu point gawat untuk Exit.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses