Kemampuan dolar AS saat inisudah muncul tanda-tanda akan melemah, sejumlah investor secara pelan-pelan akan mengekspetasikan laju dari naiknya suku bunga dari The Fed dalam tahun ini. Meski demikian kondisi dolar AS masih tenang dan setabil dalam perdagangan pagi hari tadi Senin.
Kondisi tersebut massih terus berlanjut hingga sejumlah investor mengharapkan segara naik kemali suku bunga dalam tahun ini, karena dalam perdagangan pekan kemarin terlihat lesu sedangkan untuk indeks CPI amerika Serikatdalam perdagangan kemarin sesuai data sedang menjauh dari prediksi.
Penguatan CPI dalam bulan April kemarin hanya mampu mencapai 0.2% meski sebenarnya targetnya mampu ke 0,3%dalam bulan maret kemarin CPI harus anjlok hingga 0,1%. Namun memasuki bulan April situasi dari CPI berubah mampu bergerak naik meski tanpa ada dukungan dari vlatilitas untuk harga makanan dan dari bahan bakar CPI inti bertambah 0.1%, setelah mendapatkan pertumhan sebesar 0,2% dalam jangka waktu 2 bulan sebelumnya. Sedangkan untuk basic YoY core CPI bergerak naik sebesar 2.1% untuk bulan April.
Bahkan dari Bank Sental AS juga menggunakan laporan dari CPI untuk dijadikan pertimbangan dalam penambahan suku bunga. Hal tersebut yang membuat angka yang ada saat ini jauh dari harapan, bahkan mereka akan kembali menghitung ulang agar bisa menambah suku bunga agar mata uang dolar AS terus bergerak naik.
Dalam perdagangan hari ini dolar sudah menunjukkan performa menurun dipasar dengan berada di 109.330 gerakan yang ditunjukkan tersebut sudah emnjadi bahan yang kuar untuk sejumlah investor jika dolar akan kesulitan untuk terus bergerak naik karena sekarang masih stagnan.
Selain itu pasangan dari USD/JPY yang menunjukkan laju penguatan dengan berada diposisi 1.1964 mampu pulih menuju level 1.1842 yang mampu diraih pada hari Jumat pekan kemarin. Sesuai keterangan dari masafumi yamamoto Eur yang masih memiliki peluang untuk terus bergerak naik pada saat dolar sedang tidak setabil. Namun kondisi tersebut memang belum menjadi keuntungan dari Euro karena gejolak politik yang ada di Italia tidak mendukung untuk Euro menguat.






