Dalam perdagangan pasar Asia Pasifik hari ini, situasi dari dolar AS berada dalam konsisi melemah bersamaan dengan gagasan aksi dari likuiditas bank dunia.
Sesuai yang sudah diketahui dalam perdagangan perdagangan yang sebelumnya, keadaan dolar AS yang sedang mengalami tekana dari mata uang pesaingnya, kondisi ini membuat pasangan EURUSD memasuki sesi penutupan menguat pada di posisi 1,1674.
GBPUSD sesi penutupan menguat di posisi 1,3150, AUDUSD masuk sesi penutupan bergerak menguat diposisi 0,7259 serta USDJPY memasuki sesi penutupan yang semakin melemah di posisi 112,26.
Sedangkan untuk perdagangan hari ini, pasangan EURUSD berada di posisi 1,1680, pasangan GBPUSD berada di posisi 1,3141 pasangan AUDUSD berada di posisi 0,7259 serta mata uang yen berada di posisi 112,28.
Dalam perdagangan yang sebelumnya, kondisi dari indeks dolar AS dalam perdagangan hari ini lebih buruk dengan berbagai beberapa pelaku pasar yang masih melanjutkan tindakan melepas kepemilikannya pada dolar AS yang muncul sesudah Trump memberi tarif baru pada China.
Sebagai aksi balasan dengan tarif baru dari China, hingga bank sentra China lakukan aksi untuk menurunkan nilai mata uangnya untuk menahan dolar AS yang bergerak menguat.
Sebelumnya pasar menginginkan supaya permasalahan dari Donald Trump ini segera untuk diselesaikan di meja perundingan, namun sayang keputusan dari Donald Trump telah jatuh sebab Beijing tidak ingin tunduk serta bernegosiasi.
Beijing sendiri juga tengah lakukan rangkaian usaha untuk menekan AS juga supaya tidak semena-mena, hingga tekanan perang dagang ini sedikit banyak membuat bingung pelaku pasar.
Mereka memandang jika tekanan perang dagang dapat semakin memanas hingga kekuatan tindakan safe haven dolar, akan tetapi sebab kedua pemimpin itu akan berjumpa serta bernegosiasi, hingga pasar memandang jika kebijakan tarif itu akan tidak berjalan lama serta akan segera ada titik temu yang akan berlangsung.
Aspek hasil data ekonomi AS yang lebih baik sudah jadi bukti jika memang data tidak dapat ditaklukkan dengan verbal intervensi hingga makin lama dolar AS yang bergerak menguat.
Aspek bank sentra China yang selalu bertindak devaluasi atau turunkan nilai mata uangnya pada dolar memang sukses menahan penguatan mata uang AS itu hingga kekuatan safe haven dolar memulai hilang.






