Pasangan AUD/USD menurun sebesar 0.4 % ke level paling rendah 0.7195 dalam perdagangan session Asia hari ini 7/8.
Data ekonomi China memperlihatkan pengurangan import, menunjukkan masih lemahnya pemulihan antara partner dagang penting Australia itu.
Di lain sisi, perintah Trump untuk memblok aplikasi TikTok serta WeChat di Amerika Serikat sudah memantik kecemasan mengenai jalinan ke-2 negara lagi.
Neraca perdagangan China periode Juli 2020 memperlihatkan peningkatan surplus sebesar 63.33 miliar USD, lebih bagus dari perkiraan yang cuma sebesar 42.00 miliar USD.
Namun, prestasi ini diikuti oleh melesatnya export sampai 7.2 % Year-on-Year serta anjloknya import sebesar -1.4 % Year-on-Year. Ini adalah tingkah jelek buat beberapa negara yang jadikan China untuk tujuan export penting, termasuk juga Australia.
Beberapa manager pabrikasi China memandang momen pemulihan masih bersambung. Tetapi, beberapa tanda yang dikeluarkan lebih dini malah menyaratkan jika sentimen pasar teredam oleh loyonya keinginan customer.
Export seharusnya masih kuat bersamaan pemulihan keinginan global karena rileksasi limitasi mobilitas, sedang diawalinya kembali produksi di daerah lain bisa batasi keinginan buat beberapa produk China, papar ekonom UBS Tao Wang serta Ning Zhang, seperti diambil oleh Bloomberg.
Dengan beberapa kesibukan ekonomi rebound ke tingkat pra-Covid, kami memprediksi akan berlangsung perlambatan momen pada kuartal ke-2, walau kesibukan seharusnya sembuh bila COVID-19 masih teratasi di China.
Disamping itu, perselisihan AS-China terus menghangat walau China terus tingkatkan import dari AS dalam rencana penuhi persetujuan dagang babak pertama.
Jalinan diplomatik tegang semenjak tindakan sama-sama tutup konsulat bulan kemarin. Presiden AS Donald Trump juga tingkatkan desakannya pada China dengan menyetujui perintah eksekutif untuk memblok aplikasi TikTok serta Wechat dalam 45 hari ke depan.
Beberapa faksi mensinyalir China tidak akan ambil langkah balasan yang begitu agresif, mengingat Beijing telah lama memblok banyak aplikasi luar negeri.
Tetapi ada kecemasan jika China akan memperlancar tindakan balasan yang bisa memotong market share perusahaan-perusahaan multinasional AS. Namun
Kemungkinan China dapat memblok Apple atau Microsoft dari China. Bagian info nampaknya makin terpecah jadi dua tim. Kita dapat jadi melihat awal dari perang tehnologi info, kata Nana Otsuki.
Beberapa investor di Barat akan sangsi untuk berinvestasi di China, melepaskan kesempatan perkembangan disana saat tidak ada banyak kesempatan investasi terkecuali kemungkinan di Nasdaq.






