Apresiasi beberapa aktor pasar memang coba memupuk optimisme pada persetujuan AS dengan China.
Sesudah Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow serta Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross saling mengatakan jika Persetujuan Babak Satu telah dekat.
Tetapi, beberapa analis menyimak minimnya keyakinan masih dapat jadi ganjalan yang memberatkan sentimen efek pasar.
Ditambah lagi, belumlah ada kepastian jalan keluar untuk memperantai permasalahan keyakinan yang masih rawan di antara kedua pihak.
China klaim pengangkatan biaya penambahan sebelum deal terwujud. Di lain sisi, AS bersikukuh bila China butuh memberi konfirmasi yang semakin naik sebelum menyepakati penangguhan biaya.
Saat yang sama, China belum memberi angka tentu tentang pembelian produk pertanian AS yang mereka janjikan.
Dengan perorangan, beberapa masalah itu nampaknya kecil. Tetapi bila dipadukan, maka lain ceritanya.
Lepas dari desas-desus di atas, jalinan AS dengan China dapat juga dikuasai oleh perubahan gejolak di Hong Kong. Senat AS benar-benar optimistis dengan prospek diloloskannya RUU Hong Kong.
Bila hal tersebut berlangsung pada minggu ini, karena itu RUU yang memberi dukungan Hak Asasi Manusia serta Demokrasi Hong Kong itu telah beberapa langkah lebih dekat menjadi undang-undang sah dari Donald Trump.
China telah tunjukkan sikap oposisinya pada RUU ini, sebab mereka memandang AS begitu mencampuri masalah bilateralnya dengan Hong Kong. Trump sendiri condong mangkir bicara masalah eskalasi Hong Kong.






