Pasangan mata uang GBP/USD sempat terjatuh ke level paling rendah harian pada 1.3572 dalam perdagangan barusan pagi, tapi sudah bergerak kembali lagi ke range 1.3824 mendekati sesion New York 27/7/2021.
Beberapa riset mengeklaim jika outlook pound sterling sudah lebih baik karena ada signal pengurangan dalam gelombang ke-3 COVID-19 di Inggris.Outlook Pound Lebih baik Bersamaan Pengurangan Jumlah Kasus COVID
Mass media Inggris memberikan laporan berlangsungnya pengurangan jumlah kasus COVID-19 sejumlah 38 % secara pekanan week-on-week.
Cuman 24,950 kasus positif baru yang disampaikan di hari Senin tempo hari, mengalami penurunan dari 39,950 kasus di hari Senin minggu kemarin.
Pound nikmati peningkatan sebagai tanggapan dari pengurangan dalam kasus COVID belakangan ini, kata Joshua Mahoney, riset pasar senior dari IG.
Tidak disangsikan kembali jika beberapa investor ingin melihat jumlah kasus dan level kematian mengalami penurunan saat sebelum mereka bisa memercayai kekuatan pelindungan vaksinasi untuk jaga limitasi sosial masih tetap kurang.
Beberapa aktor pasar sekarang jadikan Inggris sebagai contoh kasus yang pantas untuk jadi referensi untuk ambil keputusan selanjutnya.
Jika Inggris sukses mengembalikan kembali ekonomi dan membuat perlindungan kesehatan warga dengan bekal level vaksinasi yang tinggi saja tanpa lockdown, karena itu beberapa negara lain peluang akan mencontohnya.
Pound sudah bekerja lebih bagus belakangan ini dan jadi mata uang G10 bekerja terbaik ke-2 sepanjang 5 hari terakhir.
Bila kita tidak melihat peningkatan infeksi berarti dalam beberapa hari kedepan, simpatisan pasar peluang akan mengaitkan jika taktik pemerintahan Inggris berperan baik.
Jika taktik ini bisa diikuti di beberapa negara lain dengan level vaksinasi semakin tinggi, ungkapkan Derek Halpenny, kepala penelitian di MUFG.
Inggris masih jadi kasus tes penting atas sesuatu yang terjadi saat sebuah negara dengan level vaksinasi yang tinggi memiliki komitmen untuk kembalikan kehidupan ke normal dan longgarkan limitasi, walau level infeksi bertambah, tutur Holger Schmieding, kepala ekonom Berenberg Bank.
Schmieding menambah, Tidak ada gelombang virus yang bertahan selama-lamanya.
Bila Inggris sukses untuk melalui gelombang Delta tanpa penuhi rumah sakitnya atau berlakukan limitasi yang melukai ekonomi.






