Dolar Australia naik berkisar 0.1 % ke posisi 0.6920 pada Dolar AS dalam perdagangan hari Jumat ini 31/5, ditengah-tengah depresiasi Greenback saat data GDP AS yang menyedihkan.
Tetapi, beberapa analis mensinyalir jika outlook Aussie sebetulnya sudah lebih buruk sebab imbas eskalasi perselisihan dagang AS-China. Ditambah lagi bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA direncanakan akan memotong suku bunga acuannya minggu kedepan.
Bursa saham dunia kembali dirundung tindakan jual minggu ini, sesudah Amerika Serikat masukkan raksasa telko asal China, Huawei, ke daftar hitamnya.
Cara barusan konon akan dibalas oleh China dalam tempo dekat sama membuat daftar hitam berisi perusahaan-perusahaan AS juga.
Belum didapati perusahaan AS mana saja yang akan masuk dalam daftar itu, tapi berita ini jelas tingkatkan kemelut investor pasar yang masih berupaya meneliti pengumuman paling baru AS tentang kenaikan biaya import buat beberapa produk asal Meksiko.
Dalam catatan yang diterbitkan ini hari, beberapa analis dari ANZ Bank mengatakan jika mereka dengan spesial memotong outlook Aussie untuk tahun ini. Awalnya, mereka menginginkan Dolar Australia akan bergerak dalam tahun 2019. Tetapi, sekarang, perang dagang sudah makin memberatkan Aussie.
Sentimen efek global sudah beralih suram dengan menegangkan dalam tempo beberapa minggu saja, jadi berita jelek buat AUD yang begitu siklikal, kata Daniel Been, pimpinan ahli taktik forex di ANZ.
Sambungnya, Meski outlook buat mata uang mata uang mayor pada umumnya tidak beralih, kami sudah memotong forecast dengan mencolok untuk mata uang siklikal yang begitu peka pada efek. Kami telah membuat revisi turun forecast buat mata uang-mata uang Asia, demikian juga AUD.
Serangan atas China yang di pimpin oleh Trump saat ini kelihatannya adalah pergantian kebijaksanaan yang menyengaja digerakkan oleh beberapa penasehat Gedung Putih.
Hasilnya peluang ialah penetapan biaya serta export yang diperuntukkan buat beberapa barang China jadi makin permanen dalam perdagangan dunia.
Masih belum jelas sebegitu besar desakan ini menyebabkan keinginan alami penurunan buat bahan mentah Australia. Ini mungkin saja tidak begitu berkaitan buat AUD bila memperhitungkan ketidakpeduliannya pada kenaikan harga bijih besi belakangan ini.
Tetapi proses transmisi yang paling mungkin ialah ketertarikan efek, yang alami desakan dalam keadaan perkembangan lebih rendah.
Seperti didapati, Dolar Australia sering turut di jual oleh pasar dengan ekuitas, saat berlangsung gejolak ekonomi atau penurunan perkembangan China. Dampaknya dapat makin menyulitkan tempat bank sentra Australia yang sekarang ini tengah bergumul dengan lesunya inflasi serta penurunan bidang property.
Dalam rapat kebijaksanaan moneter minggu kedepan, RBA diekspektasikan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis point. Tetapi, investor pasar pasti akan menyimak instruksi kebijaksanaan yang akan datang, untuk mengendus kesempatan pelonggaran moneter selanjutnya.






