Bank Sentral Selandia Baru RBNZ menjaga tingkat suku bunga resmi OCR pada pertemuan hari itu 28Juni, namun tunjukkan kalau perekonomian bakal sedikit lebih lambat dari pada harapan. Dolar Selandia Baru juga turun menyusul pengumuman keputusan serta Statement RBNZ itu.
OCR bakal terus di angka 1. 75 % untuk sekarang ini. Di Selandia Baru, suku bunga referensi punya pengaruh pada tingkat bunga yang diperoleh serta dibayarkan oleh beberapa customer nasabah bank atau customer yang membayar dengan cara angsuran, terutama dalam periode pendek. Tetapi, akibat itu perlahan-lahan mulai memudar lantaran levelnya yang masih tetap dipertahankan rendah.
Dalam Statement yang disibakkan saat pertemuan pembuat keputusan bank sentral, Adrian Orr sebagai Gubernur RBNZ menyampaikan kalau meskipun Outlook yang ia rincikan dalam keputusan suku bunga pertamanya masih tetap tidak terganggu, namun penggerak perekonomian peluang tidak bakal sekuat yang dipekirakan.
Melemahnya ekonomi belakangan ini angka perkembangan ekonomi menunjukkan kemampuan cadangan dalam ekonomi, semakin banyak dari pada yang kita prediksikan, catat Orr.
Penambahan berbelanja orang-orang yang diproyeksikan oleh Gubernur RBNZ juga alami penurunan serta perlambatan yang lebih dari pada antisipasi. Orr memberikan, kami cukup sudah baik dalam memposisikan serta mengelola pergantian di semua arah naik atau turun sesuai sama keperluan.
Pernyataan Gubernur RBNZ yang banyak menyebutkan perihal pelemahan itu termasuk juga dovish, hingga membebani gerakan Dolar Selandia Baru. Waktu berita itu ditulis pada jam 10 : 00 WIB, NZDUSD turun ke angka 0. 6780. Tetapi, terlihat pada grafik kalau penurunan itu masih tetap tertahan.
Saat sebelum tertekan oleh pernyataan RBNZ, Dolar Selandia Baru sesungguhnya telah bearish mulai sejak launching laporan Outlook Keyakinan Usaha dari ANZ kemarin.
Diluar itu, penyesuaian keputusan ekonomi dari China, mempublikasikan pelemahan nilai ganti Yuan untuk sesuaikan dengan perlambatan perkembangan China, juga merubah Kiwi. Jalinan dagang pada Selandia Baru serta China memanglah erat, hingga berita negatif dari Negeri Gorden Bambu akan beresiko jelek untuk mata uang Selandia Baru.






