Pasangan NZD/USD diperdagangan hampir statis seputar posisi 0.6590 dalam perdagangan 19/12, meskipun data perkembangan ekonomi New Zealand untuk kuartal III/2019 tunjukkan kenaikan yang cukup impresif.
Beberapa analis yakini laporan itu tidak mengubah potensial pemotongan suku bunga bank sentra New Zealand RBNZ dalam tahun kedepan, sebab ada beberapa ambiguitas di dalamnya.
Badan Statistik New Zealand memberikan laporan jika perkembangan Gross Domestic Product GDP sampai 0.7 % Quarter-over-Quarter dalam kuartal III/2019 melebihi perkiraan yang dibanderol pada 0.6 % atau kenaikan 0.1 % pada era sebelumnya.
Perkembangan GDP tahunan bergerak dari 2.1 % jadi 2.7 %, meskipun meleset dari kenaikan sampai 2.4 % yang diinginkan oleh konsensus ekonom.
Selain itu, data neraca perdagangan New Zealand tampilkan profile defisit yang menyempit dari 1.039 juta jadi 753 juta saja pada bulan November.
Menteri Keuangan New Zealand Grant Robertson menjelaskan jika data GDP ini tunjukkan begitu perekonomian makin kuat semenjak pemilu.
Tetapi, beberapa analis pasar mengemukakan wawasan yang sedikit berlainan.
Michael Gordon dari jaringan perbankan Westpac menjelaskan jika koreksi yang dikerjakan oleh Badan Statistik New Zealand pada data era sebelumnya sudah membuat data terbaru jadi lebih susah dimengerti.
Dia memberikan tambahan, Revisi itu membuat perkembangan kuartalan yang lebih volatile buat GDP, dengan perkembangan berayun di antara 1 % pada kuartal yang selesai pada Desember 2018 jadi 0.1 % pada kuartal yang selesai pada Juni 2019.
Gordon memandang ambiguitas itu menyebabkan Dolar New Zealand gagal kuat selesai launching data.
Sedang jubir Badan Statistik New Zealand, Ruvani Ratnayake, menjelaskan jika faksinya tidak dapat tutup peluang koreksi pada data yang dikeluarkan ini hari dalam bulan depan atau setahun dari saat ini.
Menurut dia, Badan Statistik New Zealand mempublikasikan data paling baik yang dipunyai saat itu.
Jane Turner serta Nick Tuffley dari ASB menjelaskan jika data GDP yang sedikit lebih kuat pada kuartal ke-3 serta perbaikan kepercayaan usaha akhir-akhir ini peluang melegakan bank sentral.
Lepas dari itu, mereka masih memprediksi RBNZ akan memotong suku bunga sekitar 1x pada tahun 2020.






