Dolar Australia sukses jadi pemain favorit di pasar forex dalam perdagangan ini hari 19/12, sesudah data ketenagakerjaan diadukan lebih baik dengan mengagetkan.
Pasangan AUD/USD sempat melejit seputar 0.5 % ke rekor paling tinggi harian pada posisi 0.6883, tapi sudah surut ke rata-rata 0.6872 saat berita dicatat pad aawal session Eropa.
Reli Aussie kesempatan ini nampaknya akan susah dipertahankan, sebab keadaan perekonomian dalam negeri pada umumnya belum penuhi keinginan pasar.
Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan jika tingkat pengangguran turun dari 5.3 % jadi 5.2 % pada bulan November 2019, walau sebenarnya konsensus ekonom memprediksi tempatnya akan statis.
Data Employment Change yang tunjukkan berapakah penambahan orang yang dipekerjakan, bertambah 39.9k dengan mengagetkan dalam periode waktu yang sama.
Ini lebih dari cukup untuk tutup penurunan Employment Change sampai -19.0k pada era sebelumnya.
Data ketenagakerjaan kesempatan ini sukses kurangi pertaruhan mengenai potensial pemotongan suku bunga, sebab bank sentra Australia RBA sudah mengatakan dengan detil jika keadaan pasar tenaga kerja terhitung satu diantara alasan kebijaksanaan penting.
Kemungkinan pemotongan suku bunga RBA sebesar 25 bps untuk bulan Februari 2020 jatuh dari 60 % jadi 45 %. Mengakibatkan, nilai ganti Dolar Australia solid kuat serempak pada mata uang lain.
Meskipun begitu, ada beberapa bom tersembunyi dalam laporan ketenagakerjaan itu. Perdana, kenaikan Employmen Change khususnya didukung oleh bertambahnya pekerjaan seseparuh sesi, bukan pekerjaan full-time.
Ke-2, tingkat pengangguran masih ada jauh di atas sasaran 4.5 % yang sudah digariskan oleh RBA. Dengan melihat perincian dalam laporan itu, beberapa analis tidak percaya kapan tepatnya Australia dapat sampai sasaran itu.
David Cottle dari DailyFX mencatat dalam kolomnya ini hari, Meskipun Aussie seringkali dikuasai oleh efek global, serta tentunya data ekonomi China, tapi outlook domestik-nya terlihat bearish.
Suku bunga masih ada pada rekor paling rendah, dengan pasar futures memprediksi pemotongan penambahan tahun kedepan serta beberapa pemantau ekonomi bersiap-siap hadapi Quantitative Easing yang dapat mengejar terakhir, serta walau RBA sudah menyaratkan jika kemungkinannya masih jauh.






