Pasangan mata uang NZD/USD naik lebih dari 1.5 % ke range 0.7450-an, rekor paling tingginya semenjak awalnya 2018, pada perdagangan hari Rabu.
Status Kiwi unggul pada mata uang mayor lain sampai mendekati pembukaan sesion Australia hari Kamis ini 25/2/2021.
Masalahnya bank sentra New Zealand RBNZ sampaikan opini yang bersuara lebih hawkish dalam informasi hasil pertemuan peraturan terbaru.
RBNZ tempo hari memilih untuk biarkan suku bunga masih pada posisi 0.25 %, sedang program Quantitative Easing masih pada rasio keseluruhan NZD100 miliar.
Bank sentra sampaikan jika pilihan suku bunga negatif masih kemungkinan diambil di hari esok, walau tidak dipakai dalam kurun waktu dekat.
Sekilas, pengakuan bank sentra biasa saja dan tidak menyaratkan pengubahan berarti. Namun, aktor pasar malah menganggap lebih hawkish dari harapan karena awalnya banyak yang menduga RBNZ akan memotong bunga di pertemuan itu.
Ketika yang sama, RBNZ berlaku lebih rileks menyikapi prospect animo nilai tukar dollar dollar New Zealand.
Ini menggerakkan pasar berasumsi jika bank sentra tidak berkeberatan dan tidak mengintervensi walau nilai tukar NZD naik semakin tinggi kembali.
RBNZ cuman mengatakan jika harga-harga internasional untuk barang export New Zealand memberikan dukungan penghasilan export, walau nilai tukar New Zealand sudah menyeimbangi beberapa suport ini.
Tidak ada teguran keras atas animo mata uang belakangan ini dikatakan dalam pengakuan itu, kata Kurran Tailor, seorang riset dari Citibank yang memandang pengakuan itu sedikit condong hawkish.
Secara sekilas, suara dovish dalam tanggapan itu menyaratkan yield obligasi periode pendek mempunyai ruangan untuk mengalami penurunan lebih rendah.
Tapi minimnya signal dovish dalam Forward Guidance dan prediksi OCR ditambah lagi kecenderungan naiknya OCR pada 2022.
Sudah memebrikan kepercayaan pada penghitungan pasar dan menggerakkan penguatan NZD, tutur Sharon Zollner, Kepala Ekonom ANZ.
Ekonom dari Westpac memandang RBNZ berlaku begitu optimis dalam memprediksi pengurangan GDP cuman 0.30 % pada kuartal I/2021 dan mengatakan mereka memprediksi angka -0.7 %.
Tetapi Westpac juga setuju pada prediksi jika suku bunga OCR tidak berbeda sampai 2024. Kami memprediksi nilai tukar akan naik ke atas prediksi RBNZ dan jika stimulan pajak akan dikurangi.
Bila kami betul mengenai itu, RBNZ akan nyaman menjaga peraturan moneter kendur sekalinya inflasi harga perumahan tidak melewati harapan mereka, kata Dominick Stephens, Kepala Ekonom Westpac.






