Dolar New Zealand tidak berhasil rebound pada perdagangan hari Selasa ini (2/Oktober), sesudah data Business Confidence menyebabkan kecemasan kalau-kalau bank sentra akan memotong suku bunga kurun waktu dekat.
Mendekati pembukaan session New York, pasangan mata uang NZD/USD sudah rubuh 0.50 % ke sebesar level 0.6583, sesaat AUD/NZD condong flat.
Barusan pagi, New Zealand Institute of Economic Research (NZIER) memberikan laporan jika hasil penelitian mereka tunjukkan Business Confidence Index jatuh ke -30 pada kuartal ke-3 tahun 2018 dari -20 pada periode penelitian awal mulanya. Angka itu adalah rekor paling rendah semenjak kuartal pertama tahun 2019.
Perusahaan-perusahaan sebagai responden survey menyebutkan kebijakan pemerintah menjadi biang utama di balik penurunan itu.
Dengan spesial, bidang ritel, manufaktur, serta konstruksi juga mengacu kekurangan karyawan, tingginya cost, serta rendahnya kepercayaan customer menjadi argumen di balik pesimisme mereka tentang keadaan usaha dalam beberapa waktu ke depan.
Kami temukan jika kebijakan pemerintah, cost tenaga kerja, kepercayaan customer, tersedianya tenaga kerja, serta margin operasional, adalah pertimbangan-pertimbangan utama buat perusahaan-perusahaan waktu menilainya keadaan ekonomi pada umumnya.
Perusahaan-perusahaan memiliki ukuran semakin besar, lebih di pengaruhi oleh kebijakan pemerintah waktu menilainya outlook usaha,” papar Christina Leung, pimpinan ekonom NZIER, “Ini berarti, ketidakpastian tentang kebijakan pemerintah baru serta tingginya biaya-biaya sudah berperan pada penurunan kepercayaan usaha dalam satu tahun paling akhir.”
Business Confidence Index di negeri Kiwi sudah terdampar di level rendah semenjak September 2017, bulan yang bersamaan dengan pemilu paling akhir.
Saat itu, partai Labour bersama dengan rekanan koalisinya New Zealand First sah membuat rezim baru, dengan beberapa janjinya diantaranya penambahan upah minimum sekitar 20 % per tahun 2020.
Pembatalan pemangkasan pajak korporasi, moratorium pembelian property oleh asing, pengendalian lebih ketat atas imigrasi, serta peluncuran beberapa program sosial.
Data Business Confidence Index kesempatan ini juga menyebabkan beberapa ahli untuk berikan teguran baru buat aktor pasar.
“Data ini hari berkelanjutan dengan pelemahan perkembangan GDP tahunan, meneror outlook RBNZ yang inginkan akselerasi di paruh ke-2 tahun ini. Kami yakini jika langkah selanjutnya peluang sekali ialah pemangkasan OCR,” tutur Liz Kendall, ekonom senior di ANZ Bank.
Awal mulanya, RBNZ sudah menyatakan jika mereka ingin melihat terdapatnya kenaikan perkembangan ekonomi pada semester ke-2 tahun ini. Jika itu tidak terwujud, mereka takkan sangsi untuk memotong suku bunga pada kuartal selanjutnya.






