Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Non-farm Payroll Akhir Tahun Mengkhawatirkan, Dolar AS Tergilincir

Non-farm Payroll Akhir Tahun Mengkhawatirkan, Dolar AS Tergilincir

372
0

Index dolar AS DXY roboh sekitaran 0.3 % ke range 95.94 di awal sesion New York hari ini 7/1/2022 gara-gara data Non-farm Payroll AS yang tidak berhasil penuhi harapan pasar.

Namun, laporan ketenagakerjaan AS yang lain masih ke arah pada pembaruan pasar tenaga kerja dan kenaikan inflasi yang akan tahan lama.

Non-farm Payroll Mengkhawatirkan Dolar AS Roboh

Departemen Tenaga Kerja AS memberikan laporan jumlah tugas non-pertanian cuman semakin bertambah 199k pada Desember 2021.

Angka itu cuman 1/2 dibandingkan harapan kesepakatan yang sejumlah 400k, sekalian tersisa ketimpangan yang paling lebar dibandingkan peningkatan 807k yang dimuat dalam laporan ADP mengenai ketenagakerjaan non-pertanian dalam masa yang serupa.

Di lain sisi, elemen laporan ketenagakerjaan lain terdaftar dengan tinta hijau. Penghasilan rerata perjam bertambah 0.6 % pada Desember 2021, lebih cepat dibandingkan kenaikan 0.4 % pada November.

Tingkat pengangguran jatuh dari 4.2 % jadi 3.9 %. Ini sebagai perdananya kali tingkat pengangguran mengalami penurunan ke bawah 4 % semenjak Maret 2020.

Keanekaragaman beberapa data ini memunculkan pertanyaan besar. Beberapa riset curigai ada permasalahan dalam metodologi survey yang dikerjakan oleh pemerintahan federasi.

Ada permasalahan metodologis dalam pembikinan survey, kata Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex lewat account Twitter-nya, Skema angin-anginan sudah dikebiri oleh Covid dan semakin sedikit perusahaan yang berperan serta dalam survey ini.

Marc Chandler merekomendasikan supaya Federasi Reserve AS dalam ambil ketetapannya lebih fokus pada data inflasi dibandingkan data tenaga kerja.

Dia memperkirakan laporan pekan kedepan akan tampilkan peningkatan pergerakan inflasi kelanjutan pada Desember 2021.

Lepas dari anggapan itu, laporan tenaga kerja AS memvisualisasikan keadaan yang cukup sulit di tengah-tengah bersambungnya wabah COVID-19.

Jumlah wanita yang keluar angkata kerja bertambah cepat, karena memburuknya bidang jasa di mana mayoritas wanita bekerja dan bertambahnya tuntutan perawatan anak di rumah.

Data JOLTs yang di-launching lebih cepat memperlihatkan rekor baru untuk jumlah pegawai yang stop bekerja pada November 2021.

Di lain sisi, laporan PMI Non-Manufaktur dari ISM memperlihatkan kenaikan berarti dalam ongkos tenaga kerja yang berkorelasi dengan upah pegawai.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses