Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Nilai Tukar Rupiah Menurun Drastis

Nilai Tukar Rupiah Menurun Drastis

916
0

Laporan dari nilai tukar rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate turun dari Rp14,129 jadi Rp14,223 dalam perdagangan hari Jumat 8/3, sebab imbas dari memburuknya sentimen resiko global pada mata uang negara berkembang.

 

Kurs USD/IDR pun melejit 1.24 % dari  Rp14,120 ke posisi Rp14,310, sesaat Indeks Harga Saham Kombinasi IHSG melemah 1.16 % ke posisi 6,383.07.

 

Beberapa aspek external turut terlibat dalam menggerakkan pelemahan kurs Rupiah kesempatan ini, sesaat beberapa investor masih tetap menantikan hasil pemilu presiden yang akan datang untuk memutuskan periode panjang.

 

Pertama, pengumuman bank sentra Eropa di hari Kamis malam tentang lemahnya prediksi perkembangan Zone Euro serta pentingnya peluncuran stimulus moneter baru. Ke-2, data neraca perdagangan China yang launching pada Jumat pagi tampilkan penurunan export serta surplus dagang dengan berarti pada bulan Februari.

 

Ke-2 aspek itu menimbulkan kembali kecemasan investor serta trader berkaitan intimidasi perlambatan ekonomi global dalam tahun 2019.

 

Penurunan sentimen resiko pasar yang dipacu oleh kecemasan itu, menyebabkan tindakan jual atas aset-aset beresiko tinggi, termasuk juga Rupiah serta obligasi pemerintah Indonesia. Untuk menanggulanginya, Bank Indonesia sudah lakukan intervensi pasar untuk memantapkan kurs Rupiah.

 

Berkaitan ini, Marcus Wong dari CIMB Bank Bhd menjelaskan pada Bloomberg, Tak disangsikan, ketetapan dovish ECB tempo hari menyiapkan pendorong lebih kuat buat Dolar dalam periode pendek, dengan mata uang-mata uang negara berkembang punya potensi rawan.

 

Menjadi salah satunya referensi sentimen pada negara berkembang, kita bisa saja akan melihat pelemahan Rupiah selanjutnya, meskipun kami tidak mengekspektasikan pelemahan yang seperti September atau Oktober 2018.

 

Sedang Sim Moh Siong dari Bank of Singapore memiliki pendapat, Pelemahan Rupiah ‘perlu diwaspadai’ walau tidak sangat menegangkan.

 

Kami tengah menanti katalis baru untuk menggerakkan pasar. Sekarang ini, ada dikit kekosongan serta kita takkan memperoleh berita apa pun sampai pertemuan pada Trump serta Xi tentang negosiasi perdagangan pada AS serta China.

 

Selain itu, data selalu ke arah pada pelemahan perkembangan global. Jadi, saya duga kita ada pada suatu periode penantian serta kecemasan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses