Berita bagus yang lain hadir dari Partai Brexit yang membuat penguatan mata uang poundsterling terakselerasi.
Pimpinan Partai Brexit Nigel Farage menjelaskan tidak berkompetisi untuk merampas 317 bangku parlemen yang dipunyai Partai Konservatif.
Ketetapan Farage itu diambil sesudah Perdana Menteri Inggris pada minggu malam menjelaskan tidak perpanjang waktu peralihan Brexit yang akan selesai Desember 2020.
Awalnya Farage menjelaskan akan ajukan calon anggota parlemen di 600 wilayah penentuan, terkecuali PM Johson sepakat untuk bawa Inggris keluar keseluruhan dari Uni Eropa.
Sesudah dengar pengakuan PM Johnson itu, Farage sekarang tidak ajukan calon di wilayah penentuan yang dikendalikan Partai Konservatif.
Farage menjelaskan partainya akan bertanding untuk merampas bangku dari oposisi yang di pimpin Partai Buruh serta partai yang lain dalam Penentuan Umum Pemilu celah yang akan diselenggarakan pada 12 Desember yang akan datang.
Sikap dari Farage itu memberi dampak positif buat Partai Konservatif yang sedang berupaya meningkatkan bangku sebagian besar di parlemen.
Dikuasainya kurs sebagian besar dan bila mendapatkan suport dari Partai Brexit tentu saja akan memudahkan gagasan PM Johnson untuk bawa Inggris keluar dari Uni Eropa.
Sudah diketahui awalnya, proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa tetap buntu di parlemen. Berulang-kali proposal Brexit yang dibikin pemerintah Inggris tetap gagal waktu voting di Parlemen Inggris.
Proposal Brexit dari PM Johnson gagal, hingga deadline Brexit yang semestinya pada 31 Oktober lalu dipending jadi 31 Januari 2020.






