Beranda Analisa Forex New Zealand Sedang Krisis Kepercayaan Bisnis

New Zealand Sedang Krisis Kepercayaan Bisnis

628
0

Dari departemen Statistik New Zealand merilis data agama bisnis yang anjlok tajam sesuai dengan -19.4 sebagai -63.5.

Kondisi ini memberikan semakin banyak aktor usaha usaha yang pesimis pada mengukur target ekonomi New Zealand pada beberapa bulan yang akan datang.

Pelemahan outlook aktor bisnis seuntukan besar pandemi virus Corona Covid-19 yang ketika ini telah menyebar pada hampir seluruh global.

New Zealand sendiri tidak terbebas sesuai dengan serangan ini, dan sejak beberapa waktu lalu telah melakukan lockdown akan difungsikan menghalau meluasnya lebih lanjut.

Kepercayaan usaha mengalami pelemahan mencapai pada seluruh sub-indikator. Sektor ketenagakerjaan mencatatkan turun 23 poin saat beberapa perusahaan di sana mengurangi energi kerja akibat pandemi virus Corona, sementara investasi juga mengalami pelemahan sebesar 21 poin menjadi -14.0.

Sub-indikator lainnya misalnya konstuksi, ekspor, profit perusahaan, hingga capacity utilisation yang ikut mencatatkan performa tidak baik seiring dengan semakin meluasnya pandemi Covid-19.

Kami tidak belum pernah melihat langkah terbaru ekonomi begitu suram misalnya ini terjadi pada beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini menjelaskan bahwa banyak perusahaan merasa kurang tepat terhadap prospek perekonomian sedang terancam masuk jurang resesi.

Data yang terus sedang menandakan kegagalan moment pemulihan ekonomi New Zealand, tegas seorang analis ANZ dalam sebuah data survei Business Outlook.

Untuk Saat Ini Pound Berada Zona Hijau

Meskipun masih berkutat dengan pandemi corona dalam bulan ini BoE sudah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 2 kali hingga menjadi 0,1%.

Begitu pula menggunakan acara pembelian aset atau QE yang jumlahnya ditambah menjadi 645 miliar poundsterling sesuai dengan sebelumnya 435 miliar poundsterling.

Hal ini sebagai salah satu usaha demi meminimalisir dampak COVID-19 untuk perekonomian. Sedangkan aktor pasar masih meminta stimulus yang lebih besar lagi, misalnya yang dilakukan bank sentral AS The Fed.

Namun bank sentral pimpinan Mark Carney ini menahan dan, meski berjanji akan menambah jumlah QE bila diharapkan untuk mendukung perekonomian atau menjaga likuiditas pada pasar.

Sedangkan dalam awal pekan ini, The Fed merilis segera melakukan QE menggunakan nilai tidak terbatas yang akan membantu perekonomian AS menghadapi desakan berdasarkan pandemi COVID-19.

Aset yang akan dibeli misalnya obligasi pemerintah, imbas dari aset perumahan Residential Mortgage-Backed Security/RMBS, dan beberapa jenis efek lainnya.

The Fed mengatakan akan segera melakukan QE apa yang diperlukan akan difungsikan memberikan dukungan demi kelancaran fungsi pasar serta transmisi untuk kebijakan moneter yang efektif pada segala syarat finansial dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses