Beranda Analisa Forex Naiknya GDP AS, Dolar AS Semakin Tinggi

Naiknya GDP AS, Dolar AS Semakin Tinggi

581
0

DXY melejit sampai lebih dari 0.2 % ke posisi 98.40 memasuki awal session New York 29/8, sesudah data GDP Amerika Serikat second estimate diadukan kuat memasuki kuartal II/2019.

Dolar AS langsung kuat pada Yen Jepang sampai cetak rekor harian 0.4 % di atas posisi 106.50-an, dan menjatuhkan EUR/USD sampai 0.16 % ke posisi 1.1059.

Departemen Perdagangan AS memberikan laporan jika GDP alami perkembangan 2.0 % annualized kuartal II/2019, sebab kenaikan berbelanja customer sukses menyeimbangi penurunan export serta lambannya pergerakan persediaan.

Score itu adalah hasil koreksi turun dari pergerakan 2.1 % yang diadukan bulan kemarin, tapi sesuai harapan pasar.

Perkembangan berbelanja customer, yang meliputi lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS, melejit 4.7 % di kuartal ke-2. Ini adalah pergerakan perkembangan paling cepat semenjak kuartal IV/2014.

Semakin lebih baik dibanding pergerakan 4.3 % yang diadukan bulan kemarin. Kejadian ini sukses menahan dampak penurunan yang berlangsung dalam investasi usaha serta manufaktur AS.

Selain itu, indeks harga GDP diadukan masih meluncur 2.5 % Quarter-over-Quarter dalam kuartal II/2019, sesuai dengan laporan awalnya. Laporan keuangan dagang barang Amerika Serikat mengalami penurunan defisit sebesar -74.16 Miliar jadi -72.34 Miliar memasuki bulan Juli 2019.

Keseluruhannya, data GDP tunjukkan jika perekonomian AS masih cukup kuat untuk sesaat ini. Perang dagang AS dengan China memang meneror perkembangan ekonomi negeri Paman Sam ke depan.

Tapi keadaan ekonomi relatif lebih kuat dibanding beberapa lokasi lain di dunia, contohnya Zone Euro. Laporan GDP kesempatan ini akan menggerakkan beberapa investor serta analis untuk makin mengutamakan data-data berkaitan ketahanan customer AS, seperti laporan ketenagakerjaan Non-farm Payroll, penjualan ritel, serta indeks sentimen customer.

Jika ada tanda-tanda kenaikan tingkat pengangguran, pelemahan penjualan ritel, atau kemerosotan sentimen customer; karena itu itu bermakna perlambatan bidang usaha sudah mulai berefek domino serta punya potensi menyebabkan penurunan GDP bertambah cepat.

Bermacam perselisihan dagang serta animo nilai ganti Dolar AS akhir-akhir ini menggerogoti daya saing beberapa produk AS di pasar internasional, hingga perkembangan ekonomi seutuhnya memercayakan customer domestik.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses