Dolar Australia kuat sampai seputar 0.5 % ke rata-rata 0.6790 pada Dolar AS, sesudah data ketenagakerjaan bulan Juli 2019 yang dikeluarkan pada session Asia 15/8 tunjukkan kapasitas sempurna.
Pasangan AUD/NZD melejit lebih dari 0.3 % ke rata-rata 1.0518. Namun, rendahnya ketertarikan efek pasar peluang akan memaksakan Aussie terkoreksi kembali.
Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan berlangsungnya penciptaan pekerjaan baru sekitar 41.4k dalam bulan Juli 2019, tambah tinggi dibanding perkiraan pasar yang dibanderol pada 14.2k saja.
Sejumlah besar pekerjaan baru itu datang dari kelompok full-time yang dipandang lebih berkualitas daripada part-time. Tingkat pengangguran statis pada 5.2 %, tapi hal tersebut lebih karena disebabkan menambahnya tingkat keterlibatan angkatan kerja ke rekor paling tinggi baru pada 66.1 %.
Update yang kuat, tapi tingkat keterlibatan sentuh rekor paling tinggi baru saat yang sama. Jadi, walau perkembangan ketenagakerjaan terus-terusan melewati harapan, tingkat pengangguran masih lengket di seputar 5.2 %.
Oleh karena itu, susah untuk melihat tingkat pengangguran jatuh ke bawah 5 % dalam tempo dekat, ditambah lagi sampai tingkat netral 4.5 % yang dipastikan oleh RBA, kata Justin Smirk, seseorang ekonom dari Westpac. Dia menjelaskan juga jika faksinya memprediksi tingkat pengangguran justru akan bertambah di waktu depan.
Permasalahan ketenagakerjaan Australia jadi perhatian penting aktor pasar dalam memastikan arah gerakan AUD, sebab bank sentralnya RBA sudah mengkaitkan kebijaksanaan suku bunga dengan perubahan pasar tenaga kerja semenjak bulan Mei 2019.
Menurut RBA, tingkat pengangguran butuh sampai 4.5 % supaya inflasi dapat bertambah serta suku bunga dinaikkan. Sayangnya, tingkat pengangguran justru jatuh ke 4.9 % mulai sejak itu, serta RBA sangat terpaksa memotong suku bunga sekitar 2x sampai sampai posisi paling rendah 1 % pada bulan Juli.
Selain itu, outlook ekonomi Australia hadapi rintangan dari perselisihan dagang AS-China yang berkelanjutan. Seperti diutarakan oleh Neil Mellor dari BNY Mellon, Berita perdagangan AS-China serta penguatan ketenagakerjaan Australia sudah menggerakkan AUD dalam 48 jam paling akhir.
Tetapi, mata uang ini hadapi satu atau dua rintangan dalam jalannya untuk terapresiasi dengan berkepanjangan. Jelas sekali, outlook ekonomi global yang jelek masih jadi duri disamping AUD, karena perekonomian Australia yang digerakkan oleh export serta jalinan eratnya dengan mesin perkembangan penting dunia, China.






