Laporan GDP Gross Domestic Product kuartal II/2019 tunjukkan perkembangan tahunan Zone Euro statis 1.1 % Year-on-Year, tapi perkembangan kuartalan Jerman tergelincir ke ruang negatif serta Kanselir Angela Merkel menampik inspirasi stimulus fiskal.
Kantor Statistik Jerman memberikan laporan jika perkembangan GDP menciut sebesar -0.1 % Quarter-over-Quarter pada kuartal ke-2, sesudah sudah sempat melompat 0.4 % pada kuartal pertama. Tidak pelak, laporan ini tingkatkan kecemasan investor serta trader tentang kemungkinan krisis di negara paling besar Zone Euro itu.
Penurunan GDP Jerman khususnya dikarenakan oleh perlambatan perdagangan internasional serta memburuknya bidang konstruksi. Export Jerman jatuh bertambah cepat dibanding import, bersamaan dengan eskalasi efek perang dagang AS-China serta berlanjutnya ketidakpastian brexit.
Inggris adalah satu diantara tujuan penting untuk export otomotif Jerman, hingga ketidakpastian brexit berefek jelek pada keinginan pabrikan.
Bank sentra Eropa ECB tengah mempersiapkan rangkaian paket kebijaksanaan moneter longgar baru, terhitung memotong suku bunga deposit , untuk mengatasi perlambatan ekonomi Zone Euro.
Paket kebijaksanaan baru itu direncanakan akan dikeluarkan dengan sah dalam beberapa waktu ke depan. Tetapi, pemerintah beberapa negara anggota Zone Euro nampaknya malas memberi dukungan usaha ECB dari bagian fiskal.
Beberapa ekonom bersama dengan instansi Federation of German Industries yang sebagai wakil 100,000 perusahaan Jerman, belakangan ini menyarankan Kanselir Angela Merkel untuk mengeluarkan stimulus fiskal untuk menggairahkan perekonomian.
Dia berkelit berbelanja publik Jerman tidak mempunyai permasalahan dalam soal besaran atau timing investasi pemerintah, tetapi hadapi kebuntuan dalam soal misalnya kurang tenaga pakar serta lamanya proses rencana.






