Dalam perdagangan Asia Pasifik hingga memasuki sesi siang, dolar AS dalam kondisi yang kurang stabil dengan bergerak melemah bersamaan dengan semakin bertambahnya suku bunga.
Seperti kita kenali jika dalam perdagangan sebelumnya, keadaan dolar AS yang mampu memberi tekanannya pada mata uang pesaing, hingga hal seperti ini menyebabkan EURUSD sesi penutupan melemah di posisi 1,1640.
Pasangan GBPUSD sesi penutupan melemah di posisi 1,3075, AUDUSD sesi penutupan melemah di posisi 0,7205 serta USDJPY sesi penutupan menguat di posisi 113,38.
Serta untuk sesaat pada pagi ini, EURUSD berjalan di posisi 1,1643, GBPUSD berjalan di posisi 1,3077 AUDUSD di posisi 0,7213 serta yen di posisi 113,55.
Dalam perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangan begitu lebih baik dengan pendorong sesudah beberapa aktor pasar kembali lakukan laganya untuk mengoleksi kembali dolar AS yang muncul sesudah Fed meeting yang akan memutus kenaikan suku bunga yang ke-7 saat krisis 2008 sejak diawali Desember 2015 yang sebesar 25 bps jadi 2,25%.
Serta Powell juga mengatakan jika ekonomi AS masih tetap perlu kenaikan suku bunganya hingga selanjutnya kenaikan akan ada kepastiannya.
Keadaan ini sudah sempat membuat Presiden Trump keluarkan komentar di mana dianya kurang senang dengan naiknya suku bunga dari the Fed.
Dimana Trump berasumsi jika keadaan ini akan digunakan pihak luar AS dengan manfaatkan defisit perdagangan yang semakin melebar hingga semakin sewenang-wenang pada AS.
Kelihatannya ini adalah sedikit himbauan supaya dolar tidaklah terlalu menguat semakin besar saat kenaikan suku bunganya.
Akan tetapi data perkembangan periode bulan lalu mengalami kenaikam yang cukuplah berarti dan data pesanan barang AS juga naik.
Penguatan dolar sukses dikerjakan karena pengakuan Powell jika ekonomi AS begitu kuat serta perlu kenaikan suku bunga selanjutnya.
Keadaan ini pasti membuat investor segera mengincar dolar. Sebelumnya dolar AS tidak berhasil menjalankan fungsinya menjadi mata uang safe haven sesudah Presiden Trump memberi tarif baru pada China serta berbalas dengan tarif juga dari China.
Hingga bank sentra China serta beberapa bank sentra lainnya lakukan tindakan turunkan nilai mata uangnya untuk menahan dolar AS menguat. Tindakan ini dikerjakan untuk menahan turunnya kapasitas ekonomi China serta negara yang lain.






