Pihak departemen Keuangan Inggris sudah membalas peringatan instansi pemeringkat Moody’s kalau pemerintah Inggris lewat PM Theresa May memiliki ambisi yang sangat kuat jadikan negara yang maju serta mandiri zetelah Brexit.
Bahkan pada Sabtu malam sebentar sesudah PM May berpidato di Florence, Moody’s memberi posisi hutang Inggris yang baru dari Aa1 jadi Aa2 atau lebih rendah sekali lagi. Seperti pada tahun lalu, posisi hutang Inggris untuk pertama kalinya pada histori ekonominya kehilangan posisi AAA oleh Moody’s akibatnya karena Brexit.
Basic pengambilan perhitungan Moody’s yang menurunkan posisi itu dikarenakan Inggris juga akan hadapi keadaan Hard Brexit di mana juga akan kekurangan pendapatannya hingga mesti memotong anggaran upah serta sarana atau layanan service kesehatan nasional dengan NHS mulai tahun sampai masa transisi Brexit.
Keadaan ini pasti juga akan buat kwalitas hidup warga Inggris juga akan mengalami penurunan hingga rasa keyakinan konsumen Inggris dapat mengalami penurunan. Menurut kami dari kwalitas keyakinan konsumen turun jadi arus modal atau investasi yang sudah masuk akan merendah hingga daya beli dan investasi yang ada di Inggris masih kurang begitu untungkan.
Hal semacam ini adalah dasar pengambilan ketentuan dari pemeringkatan tingkat hutang satu negara, semakin untungkan imbal hasilnya dan kapabilitas bayar pemerintahnya, jadi bagus peringkatnya.
Moody’s sendiri kalau perkembangan inggris masih tetap juga akan melamban dalam 3 sampai 5 th. kedepan karna unsur penghematan aturan negara, hingga terkecuali mengkonsumsi yangbakan menyusut, jadi bagian penerimaan pajak akan alami penurunan juga.
Belum juga ada kepastian pada problem perbatasan serta hak-hak golongan buruh migran, juga jadi penyebabnya kekuatan ekonomi Inggris melamban, dikarenakan rasa kepastian sepanjang perundingan Brexit ini, buat investor terutama Moody’s berasumsi PM May masih tetap sulit untuk bangkit hingga perlu diberi sedikit untuk sebuah peringatan dari situasi pasar yang diawali oleh Moody’s itu.
PM May sendiri lewat penjabaran Departemen Keuangannya yang masih sedikit berikan pikiran kalau langkah Brexit ini juga akan membawa ke-2 belah pihak, Inggris serta Uni Eropa, juga akan memperoleh keuntungan dari pihak kemitraan baru serta unik. Mujur Moody’s Sedikit membuat revisi pandangannya pada Inggris dari negatif jadi stabil, hingga penurunan posisi selanjutnya kemungkinan tidak ada.






