Rangkaian data ekonomi AS yang dikeluarkan ini hari 13/6 tunjukkan rekor menyedihkan. Akan tetapi, indeks Dolar AS DXY naik setahap sampai mencatat kenaikan harian seputar 0.1 % ke rata-rata 97.05 pada pertengahan session New York.
Sebabnya, probabilitas pemangkasan suku bunga Federal Reserve Fed Rate Cut menyusut sebab kurangnya retorika baru dari bagian bank sentra.
Sesudah data Non-farm Payroll minggu lalu diadukan lebih buruk, ini hari Departemen Tenaga Kerja AS memberikan laporan jika klaim pengangguran mingguan bertambah dari 219k jadi 222k, tambah tinggi dibanding harapan yang cuma 216k.
Data indeks harga import serta export yang dikeluarkan oleh US Bureau of Labor Statistics BLS mencatat angka negatif, hingga menguatkan tanda-tanda pelemahan outlook inflasi Amerika Serikat.
Indeks harga export tertera -0.2 % Month-over-Month pada bulan Mei, meleset dari harapan yang dibanderol pada -0.1 % saja. Indeks harga import lengser -0.3 % Month-over-Month, walau awalannya direncanakan akan mencatat -0.2 %.
Serangkaian data itu memverifikasi tingkah jelek buat pergerakan inflasi mendatang, sesudah data inflasi customer AS bulan Mei yang dikeluarkan tempo hari tidak berhasil penuhi harapan pasar.
Lepas dari bermacam data itu, kasak-kusuk tentang probabilitas pemangkasan suku bunga Federal Reserve malah menyusut. Minggu lalu, pimpinan Fed, Jerome Powell, sudah sempat menjelaskan jika faksinya siap memotong suku bunga bila inflasi masih lesu serta tidak berhasil sampai sasaran 2 %.
Tetapi, mendekati rapat kebijaksanaan Fed pada minggu kedepan, beberapa petinggi bank sentra condong tutup mulut serta malas menyentuh masalah prospek pergantian kebijaksanaan. Ini kelihatannya membuat aktor pasar lebih malas berspekulasi.
Christopher Vecchio dari DailyFX mencatat, Sebagai resiko dari tutup mulutnya beberapa petinggi Fed, dalam beberapa waktu paling akhir, probabilitas pemangkasan suku bunga sudah menyusut jadi cuma 84 % kesempatan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis point sampai akhir tahun 2019.
Di akhir minggu lalu, probabiitasnya sampai 86 %. Fed Funds Futures mempertimbangkan 95 % kesempatan pemangkasan suku bunga pertama sebesar 25 basis point






