Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Meningkatnya Kekhawatiran Global Akibat Data Ekonomi Singapura

Meningkatnya Kekhawatiran Global Akibat Data Ekonomi Singapura

654
0

Data ekonomi yang disoroti oleh aktor pasar global umumnya bersumber dari beberapa negara asal mata uang mayor yang mempunyai rasio GDP raksasa, seperti Amerika Serikat, Inggris, serta Zone Euro.

 

Tetapi, publikasi data perkembangan ekonomi Singapura ini hari 12/7 mendatangkan surprise baru buat investor, menarik perhatian banyak faksi, serta bahkan juga merubah sentimen aktor pasar.

 

Masalahnya pergerakan GDP Gross Domestic Product turun mencolok sampai 3.4 % QoQ memasuki kuartal II/2019, atau cuma naik 0.1 % dengan Year-on-Year. Ini adalah kontraksi ekonomi terjelek buat negeri Singa semenjak kuartal ke-3 tahun 2012, sekaligus juga jadi peringatan penting buat perekonomian global.

 

Walau memiliki ukuran mungil, Singapura seringkali dipanggil negara Macan Asia penting. Perekonomiannya dipandang miniatur satu negara terbuka, serta tempatnya strategis di tengahnya satu diantara lokasi penggerak perkembangan dunia.

 

Oleh karenanya, penurunan GDP-nya dilihat jadi tingkah jelek buat perekonomian global, serta tunjukkan bagaimana efek perang dagang AS dengan China pada beberapa negara lain.

 

Singapura ialah perekonomian terbuka yang benar-benar kecil. Singapura meluncurkan data GDP-nya selekasnya sesudah akhir kuartal berlalu. Karena itu, ini ialah acuan bagus untuk mengukur kesehatan ekonomi dunia.

 

GDP Singapura alami kontraksi 3.4 % pada kuartal II/2019. Ini menyaratkan jika kemelut perdagangan AS-China mulai berefek negatif pada lokasi Asia, kata Joseph Capurso, seseorang analis di Commonwealth Bank of Australia.

 

Penurunan paling kronis berlangsung di bidang manufaktur Singapura yang mencatat kontraksi sepanjang dua kuartal berturut-turut.

 

Tetapi, data perkembangan ekonomi Singapura kuartal ini tambah lebih mencemaskan dibanding kuartal pertama, sebab tunjukkan kontraksi pada semua bidang, yakni manufaktur, konstruksi, serta layanan.

 

Memasuki bulan ini, Monetary Authority of Singapore serta kementrian perdagangan serta industri Singapura bersama mengemukakan kemauan mereka untuk membuat revisi forecast perkembangan ekonomi tahunan yang sekarang ini ada pada rata-rata 1.5-2.5 % untuk tahun 2019.

 

Mereka mengaku jika perekonomian Singapura jelas sudah dipengaruhi oleh perlambatan global dalam bidang manufaktur, perdagangan, serta investasi, hingga pertumbuhan GDP untuk tahun ini keseluruhannya mungkin lebih lemah dibanding prediksi awalnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses