DXY tersuruk di rata-rata 96.90-an dalam perdagangan 12/7, sebab imbas dari testimoni Ketua Fed tempo hari yang sarat muatan dovish.
Greenback condong melemah pada beberapa mata uang mayor, terutamanya dalam pasangan mata uang USD/JPY serta AUD/USD. Launching data Producer Price Index PPI pada awal session New York juga tidak berhasil mengangkat kurs USD.
US Bureau of Labor Statistics BLS memberikan data jika PPI bertambah 0.1 % Month-over-Month pada bulan Juni, sama juga dengan perkembangan periode awalnya serta sesuai perkiraan awal.
Tetapi, Core CPI bertambah 0.3 % dalam periode yang sama, walau awalnya direncanakan cuma akan sampai 0.2 %. Data itu hampir tidak punya pengaruh benar-benar pada gerakan Dolar AS, sebab data CPI yang umumnya berefek semakin besar saja tempo hari diacuhkan oleh pasar.
Di hari Kamis, Ketua Fed Jerome Powell memperjelas kembali jika intimidasi pada perekonomian Amerika Serikat semakin jadi membesar. Sesudah menjelaskan di depan Kongres AS jika efek perang dagang serta kelesuan inflasi sudah alami penambahan, Powell mengatakan kebijaksanaan moneter belum se-akomodatif prediksi bank sentra.
Pengakuan itu membuat aktor pasar cemas kalau-kalau Fed akan memotong suku bunga sekitar 50 basis point di akhir bulan ini, lebih dari 25 basis point yang sudah direncanakan awalnya.
Dolar AS makin tertekan sesudah analis dari Goldman Sachs memeringatkan terdapatnya peluang Presiden Donald Trump mengizinkan Federal Reserve untuk lakukan interferensi langsung untuk lemahkan nilai ganti Dolar AS. AS tidak pernah lakukan interferensi mata uang dengan cara langsung dalam lebih dari 20 tahun.
Tetapi, kemurkaan Trump pada tempat Dolar AS yang begitu kuat mungkin saja membuat ambil langkah ini, bila dia tidak dapat memaksakan Fed untuk memotong suku bunga dengan agresif untuk menyeimbangi stimulus moneter yang dikerjakan oleh bank-bank sentra penting lain seperti ECB serta PBoC.
Baru bulan kemarin, Trump menuding ECB menyengaja lemahkan mata uangnya, walau sebenarnya ECB menginformasikan gagasan pelonggaran moneter penambahan untuk mengatasi permasalahan ekonomi domestik.
Trump sempat juga dengan terbuka menunjukkan jika China akan cepat patuh dalam perang dagang, bila Fed bersedia turunkan suku bunga serta melepas stimulus moneter setiap saat PBoC mengeluarkan paket stimulus baru untuk mengatasi perlambatan ekonomi China.






