Wabah COVID-19 yang sudah meluas selama empat bulan terakhir di seluruh dunia sudah membuat banyak orang menderita dan bahkan meninggal.
Kebijakan pemerintah pada dunia membatasi akan difungsikan melakukan isolasi hingga membatasi ruang gerak, menciptakan mata rantai ekonomi dunia mengalami gangguan.
Parahnya, dampaknya tidak hanya hingga di situ. Terngganggunya kegiatan ekonomi tersebut menciptakan kinerja banyak perusahaan pada global terganggu.
Akibatnya banyak yang juga orang yang kini telah kehilangan pekerjaan. Bahkan sesuai dengan Organisasi Perburuhan Internasional ILO, akan terdapat 25 juta PHK yang terjadi pada seluruh global bila endemi tidak juga tertangani.
Kekacauan itu sendiri sudah mulai terlihat jelas saat ini pada Amerika Serikat AS sampai Austria, istilah ekonom Deutsche Bank AG.
Kami melihat taraf pengangguran di AS dan Eropa naik hingga masuk kalangan remaja, tegas Peter Hooper, ketua penelitian ekonomi dunia di Deutsche Bank AG, sesuai dilaporkan Bloomberg.
Melihat rasa sakit yang kita ketahui dalam saat dekat di AS dan Eropa, kondisi seperti ini belum pernah dirasakan sebelumnya semenjak Depresi Hebat Great Depression, dalam khidupannya.
Sementara itu, sesuai dengan para ekonom di JPMorgan Chase dan Co., angka pengangguran di pasar negara maju diprkirakan akan terus naik 2,7 poin pada pertengahan tahun ini.
Angka itu naik berdasarkan sekitar titik terendah dalam empat dekade yang tercatat di awal tahun ini.
Bahkan meski ketika ekonomi mampu embali, mereka masih memperkirakan akan ada peningkatan nomor pengangguran 4,6% pada AS dan 8,3% pada zona euro memasuki akhir 2021.
Lebih lanjut, para ekonom mengatakan bahwa nomor pengangguran di AS akan jauh lebih tinggi dari pada negara-negara di wilayah euro atau Jepang akibat adanya perbedaan budaya, di mana AS lebih fleksibel.
Ini telah terbukti dari laporan energi kerja AS yang dirilis dalam Jumat 3/4/2020. Data itu menampakan nomor pembayaran upah payrolls AS menurun lebih dari 700.000. Angka ini tujuh kali lebih poly dari yang diperkirakan para ekonom.






