Harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan tipis menjadi sekitar $68,65 setelah memangkas penurunan mingguan terbesar sejak awal Desember pada hari Jumat. Kenaikan ini disebabkan oleh rincian teknis yang positif terhadap harga dan juga optimisme pasar yang berhati-hati. Namun, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi kenaikan harga minyak WTI.
Dorongan Presiden AS Joe Biden untuk menggunakan Cadangan Minyak Bumi Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) bergabung dengan ancaman resesi ekonomi yang membayangi, yang berasal dari bank-bank AS dan Eropa, tampaknya membebani harga WTI. Sebelumnya pada hari itu, Utusan Energi AS Amos J Hochstein menyebutkan bahwa Presiden AS Biden berkomitmen untuk mengisi cadangan minyak strategis. Hal ini menambah tekanan pada harga minyak WTI.
Namun, berita utama yang menunjukkan pemulihan ekonomi China secara bertahap, yang dibagikan oleh Bloomberg, bergabung dengan pembicaraan yang menunjukkan kelanjutan dari kesepakatan pasokan minyak oleh produsen energi utama yang mendukung pembeli emas hitam. Ini memberikan dukungan bagi pemulihan korektif minyak mentah WTI dari level terendah sejak Desember 2021.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa bullish Doji pada formasi grafik harian bergabung dengan garis RSI (14) yang jenuh jual untuk mendukung pemantulan korektif minyak mentah WTI dari level terendah. Namun, kenaikan WTI tetap tidak akan terjadi kecuali jika melihat penembusan naik yang jelas dari level terendah Desember 2022 di sekitar $70.30.
Para trader harus tetap memperhatikan pertemuan kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan. Pembacaan awal Indeks Sentimen Konsumen Michigan AS untuk bulan Maret dan Ekspektasi Inflasi Konsumen 5 tahun UoM untuk bulan tersebut juga akan menjadi penting untuk mendapatkan arah yang jelas.
Kesimpulan Kenaikan harga minyak mentah WTI dipengaruhi oleh faktor-faktor global, termasuk dorongan Presiden AS Joe Biden untuk menggunakan Cadangan Minyak Bumi Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) dan berita utama yang menunjukkan pemulihan ekonomi China secara bertahap.
Analisis teknikal menunjukkan adanya pemantulan korektif dari level terendah, namun kenaikan WTI tetap tidak akan terjadi kecuali jika melihat penembusan naik yang jelas. Para trader harus tetap memperhatikan berbagai faktor ekonomi global untuk memproyeksikan pergerakan harga minyak mentah WTI.






