Waktu keadaan ekonomi global penuh ketidakpastian, perkembangan ekonomi Selandia Baru direncanakan tumbuh 0,6% pada kuartal ke-3 2019.
Mencuplik Reuters pada Selasa 17/12, perkembangan ini didukung penguatan pasar perumahan serta pulihnya harga susu.
Menurut survey ekonom Reuters, delapan orang salah satunya memprediksi ekonomi Selandia Baru sudah berkembang sedikit bertambah cepat dengan rata-rata pada perkembangan kuartal ke-3 jadi 0,6%, dari 0,5% pada kuartal awalnya.
Itu akan tunjukkan kenaikan perkembangan dengan tahunan jadi 2,4%, dari 2,1% di kuartal II kemarin.
Bertambahnya efek global pada perekonomian Selandia Baru dan berkurangnya sentimen usaha serta customer, sudah menggerakkan Reserve Bank of New Zealand RBNZ untuk memotong suku bunga sebesar 50 basis point pada bulan Agustus.
Pemerintah sudah menginformasikan penambahan relevan dalam berbelanja modal untuk tingkatkan perekonomian dengan gagasan untuk berinvestasi lebih dari NZ$ 12 miliar atau sama dengan US$ 7,7 miliar pada project infrastruktur.
Tetapi, data belakangan ini tunjukkan penjualan ritel serta manufaktur yang kuat pada kuartal ke-3 bertepatan dengan pasar perumahan serta harga susu yang terus bertambah.
Ini sudah menurunkan beberapa kecemasan atas perlambatan perkembangan.
Walau ada kecemasan awalnya untuk perkembangan di Q3, kami merasakan diri kami memprediksi perkembangan triwulanan yang cukup kuat.
Tidak jelek benar-benar, serta yang lebih penting cukup jauh dari krisis, kata Nick Tuffley.
Hasil PDB yang lebih kuat peluang akan tiba jadi pertolongan untuk RBNZ serta membuahkan penilaian efek OCR RBNZ jadi lebih imbang, imbuhnya.
RBNZ selanjutnya mengagetkan pasar dengan menjaga suku bunga pada bulan November, tapi masih buka peluang untuk terdapatnya pemotongan selanjutnya yang berdasar sebagian ekonom akan berlangsung di tahun baru.






