Stop Loss Order
Stop Loss Order bukanlah dipakai untuk buka posisi trading, tetapi digunakan untuk mencegah Loss lebih kronis bila harga bergerak ke arah yang tidak disangka. Jenis order itu dipasang sesudah atau berbarengan dengan saat kita buka Buy maupun Sell dengan jenis order apa pun, serta selalu berlaku sampai Stop Loss Order itu dicabut atau posisi trading kita tertutup.
Untuk misalnya, mari kita cermati kembali gambar Market Order pada nomer satu yang tadi. Berbarengan dengan saat kita buka posisi trading Buy, kita juga memastikan Stop Loss pada harga 108. 838 serta Sasaran Keuntungan pada 111. 411. Ekspektasi kita pasti harga bakal naik sampai meraih sasaran.
Walau demikian, pasar forex sangatlah tak tentu. Jika harga nyatanya tak naik selalu, tetapi berbalik turun sampai meraih 108. 838, jadi basis trading bakal automatis tutup posisi trading waktu ini dengan juga hasil kita Loss tidak untung.
Stop Loss Order
Posisi trading ditutup automatis dengan hasil tidak untung ini kedengarannya memanglah buruk. Tetapi, dapat jadi ini tambah baik di banding bila jelaskanlah harga nyatanya bergerak hingga 107. 000, serta kita tak gunakan Stop Loss sekalipun, lalu nyatanya rugi lebih kronis! Stop Loss Order itu sangatlah bermanfaat bila kita tidak mau duduk di depan monitor, mengawasi selama seharian, sesudah buka posisi. Baca juga : Tips Menempatkan Stop Loss
Trailing Stop
Trailing Stop adalah macam Stop Loss Order yang diletakkan disuatu posisi trading, namun bisa beralih bersamaan dengan fluktuasi harga. Sekali Trailing Stop beralih, jadi level yang baru beralih jadi Stop Loss untuk posisi trading itu.
Perpindahan itu selalu berlanjut sepanjang harga berubah sesuai sama interval yang sudah ditetapkan. Pada skenario Buy, Trailing Stop tidak bisa turun sesudah beralih naik sedang pada skenario Sell, Trailing Stop tidak bisa naik sesudah beralih turun.
Jelaskanlah ada posisi Buy USD/JPY pada 109. 852, dengan interval Trailing Stop 20 pip. Itu berarti, Stop Loss awal yaitu pada 109. 652. Bila harga nyatanya jalan naik ke 110. 252, jadi Trailing Stop bakal geser serta terkunci pada 110. 052. Jadi, umpamanya harga lalu berbalik turun lagi sampai 110. 200 contohnya, jadi posisi bakal terus pada 110. 052.
Andaikata harga turun lagi ke 110. 000, tidak butuh cemas lantaran posisi trading automatis ditutup pada 110. 052 serta Anda telah sukses mengamankan keuntungan hingga level itu. Baca juga : Pemakaian Trailing Stop Pada Metatrader.
Jenis Order Yang Tidak Umum Digunakan
Uraian diatas yang tadi yaitu jenis order dalam forex yang umum dipakai oleh trader. Tetapi, bilamana seseorang trader telah lebih memiliki pengalaman serta mempunyai modal semakin besar, jadi dapat saja memakai sebagian jenis order lain yang tidak umum digunakan. Salah satunya :
Good ‘Till Cancelled GTC
Order GTC bakal terus aktif di pasar sampai kita mengambil keputusan untuk membatalkannya. Broker akan tidak membatalkan order ini dengan cara sepihak. Karena itu, kita mesti waspada serta mengingat bila sudah menjadwalkan order itu dalam trading.
Good for the Day GFD
Order GFD bakal aktif di pasar sampai hari trading ini selesai. Namun lantaran pasar forex berjalan 24 jam, jadi sebaiknya mengecheck ke broker untuk tahu jam berapakah tepatnya hari trading disudahi.







