Semua mata uang paling utama, terlebih yen Jepang, selalu menggempur mata uang AS sampai saat ini masuk sesi perdagangan Eropa.
Dolar AS perpanjang kerugiannya pada yen serta menjangkau level paling rendah 15-bulan baru hari Kamis dengan beberapa aktor pasar selalu nikmati pelemahan periode pendek mata uang AS.
Pasangan mata uang USD/JPY menukik sekali lagi, dengan level paling rendah waktu berita ini ditulis di ¥106, 15, level paling rendahnya mulai sejak 11 November 2016.
“Tidak ada yang khusus, ini hanya lanjutan dari penjualan dolar yang sudah kita bisa menyaksikan dalam semalam, ” kata Tareck Horchani, selaku kepala perdagangan penjualan yang ada di Asia Pasifik untuk Saxo Markets di Singapura.
Beberapa pedagang serta analis menyebutkan dukungan selanjutnya untuk dolar AS di sekitaran ¥105, 00.
Sebagian aktor pasar menyebutkan pembelian spekulatif mata uang Jepang awal mulanya menolong menyeret dolar AS lebih rendah, hingga berlangsung pemicuan stop-loss yang lalu menaikkan jatuhnya mata uang AS pada mata uang Jepang.
Hari Rabu, dolar AS pernah menguat cepat yang masih suport kenaikan yang lebih kuat dari perkiraan indeks harga customer AS bulan Januari yang menguatkan harapan pasar kalau Federal Reserve mungkin saja juga akan menambah suku bunga empat kali pada tahun 2018.
Tetapi kenaikan dolar AS itu tidak berjalan lama. Greenback pada akhirnya mundur pada mata uang paling utama walau ada perubahan keinginan untuk suku bunga AS itu.
Dalam perdagangan dimuka sesi Eropa hari Kamis ini, euro bergerak naik 0, 37 % jadi $1, 2495, sesudah menguat 0, 8 % pada hari Rabu. Sterling bergerak naik 0, 37 % ke $1, 4045, sesudah alami kenaikan 0, 7 % pada hari yang sebelumnya.
Sesudah turunnya dolar AS pada yen sepanjang sebagian minggu paling akhir, ada penambahan konsentrasi pada apakah beberapa exportir serta investor Jepang juga akan tingkatkan langkah membuat perlindungan eksposur mereka pada mata uang AS.
“Jelas saya fikir kita juga akan mempunyai pukulan (intervensi) verbal dari petinggi mata uang Jepang. Tapi saya masih tetap berfikir kita belum juga jelang titik intervensi terbuka serta saya fikir pasar juga akan membawa kita ke ruang 105, ” kata Stephen Innes, kepala perdagangan yang ada di Asia Pasifik untuk Oanda di Singapura.
Menkeu Jepang Taro Aso menyebutkan pada hari Kamis kalau dia tidak lihat gerakan yen sekarang ini kuat atau lemah untuk menanggung pentingnya satu intervensi, memberikan kalau sekarang ini tak ada gagasan untuk menyikapi dinamika terbaru di pasar forex.






