Pasangan GBP/USD naik sebesar 0.35 % ke posisi 1.3132 memasuki perdagangan awal session Eropa hari ini 11/8, sesudah launching data pengangguran Inggris mencatatkan angka semakin rendah dari prediksi awal.
Sterling melesat lebih dari 0.4 % ke posisi 139.10 versi Yen Jepang, walau EUR/GBP naik berkenaan dengan cemerlangnya laporan data ZEW Jerman.
Badan Statistik Inggris memberikan laporan tingkat pengangguran masih pada 3.9 % per Juni 2020, walau yang sebelumnya diprediksikan naik jadi 4.2 %.
Data employment memperlihatkan 200 ribu orang kehilangan pekerjaan memasuki kuartal ke-2 tahun 2020.
Ini adalah rekor paling tinggi dari sejak masa kritis keuangan 2009, tapi sedikit lebih bagus daripada pengurangan employment sebesar 288k yang diprediksikan konsensus ekonom.
Lepas dari cemerlangnya data-data itu, ada bom yang terselinap dalam bagian ketenagakerjaan Inggris. Banyak perusahaan Inggris menjaga karyawannya dengan bantuan stimulan pola cuti yang diberikan oleh pemerintah.
Stimulan ini akan lewat waktu pada bulan Oktober akan datang, hingga tingkat pengangguran dkikabarkan akan naik sesudahnya.
Data perkembangan upah serta klaim pengangguran dalam laporan ketenagakerjaan kali ini memvisualisasikan performa ekonomi yang semakin loyo.
Sekitar 94.4 ribu orang ajukan klaim pengangguran memasuki bulan Juli 2020, hampir 10 kali lipat semakin banyak dari harapan pasar yang cuma sebesar 10 ribu.
Rata-rata penghasilan plus bonus jatuh 1.2 % pada bulan Juni, walau sebenarnya pasar cuma memperhitungkan pengurangan 1.1 %.
Paul Meggyesi, seorang ahli taktik forex dari JPMorgan memberi komentar, Salah satunya ketetapan penting buat GBP akan terkait dengan apa Menteri perpanjang pola cuti yang sekarang direncanakan berakhir pada Oktober.
Aktor pasar akan mengawasi juga reaksi bank central Inggris pada data-data ini.
Deputi Gubernur BoE Dave Ramsden belakangan ini menjelaskan pada koran The Times jika bank central masih mempunyai ruangan yang lumayan luas untuk meningkatkan rasio quantitative easing, terutamanya bila berlangsung pemulihan yang semakin loyo di pasar tenaga kerja.
Paul Craig, seorang manager portofolio dari Quilter Investors, menjelaskan, Kabut tebal mulai membuntuti pasar tenaga kerja, serta outlook ke depan untuk lapangan kerja cukup gawat untuk diawasi.
Apakah yang betul-betul penting berkaitan perekonomian serta pasar tenaga kerja ialah bagian layanan.
Di sini, momen pemulihan sudah macet semasa beberapa minggu paling akhir, salah satunya faktanya ialah berlangsungnya penghentian hubungan kerja walau pernah terlambat oleh pola cuti stimulan yang diberi pemerintah.






