Keinginan akan pulihnya Indeks Dolar AS mendekati libur Thanksgiving menghilang, sesudah data Durable Goods Orders serta Initial Jobless Claims launching meleset dari harapan.
Menyikapi berita itu, Indeks Dolar AS DXY turun lebih dalam sampai -0.28 % pada posisi 96.55 pada pertengahan session New York 21/November, untuk sementara mata uang-mata uang mayor yang lain melejit semakin kuat lawan Greenback.
Akan tetapi, masih tetap ada agenda launching Existing Home Sales saat malam ini, dan rangkaian resiko yang lain di pasar global.
US Census Bureau memberikan laporan jika Durable Goods Orders Jumlahnya Pesanan Barang Tahan Lama di negeri Paman Sam alami penurunan sebesar 4.4 % Month-over-Month pada bulan Oktober.
Angka itu tambah lebih rendah dibanding penurunan 0.1 % pada periode awal mulanya, ataupun perkiraan penurunan 2.2 % yang dibanderol oleh beberapa ekonom.
Core Durable Goods yang disebut elemen sangat terpenting dalam laporan ini sebab kaitannya menjadi tanda bidang usaha AS, cuma alami perkembangan sebesar 0.1 %.
Angka itu jauh dibawah prediksi awal yang diprediksikan sampai 0.4 %, walau tambah tinggi dibanding data periode awal mulanya yang direvisi turun jadi -0.6 %.
Selain itu, Departemen Ketenagakerjaan AS menyampaikan kabar jika jumlahnya klaim pengangguran mingguan bertambah dari 221k jadi 224k, alih-alih turun ke 215k sesuai dengan perkiraan awal.
Serangkaian data ini launching di dalam sepinya pasar AS mendekati libur Thanksgiving besok yang bisa memanjang sampai akhir minggu, hingga tingkatkan desakan atas Dolar AS.
Akan tetapi, kalender ekonomi masih tetap menaruh dua moment terpenting kembali malam hari ini dari AS, yaitu launching data Existing Home Sales serta Michigan Consumer Sentiment. Jika data-data itu sukses melebihi harapan, jadi dapat jadi dikit mengerem penurunan Dolar AS dalam dua hari ke depan.
Diluar itu, masih tetap ada bayang-bayang resiko perseteruan perdagangan AS dengan China, alotnya negosiasi Brexit pada Uni Eropa-Inggris, kekacauan aturan Italia di Uni Eropa, dan trend penurunan di pasar saham.






