Akan tetapi sebelum menyampaikan tidak benar, coba lihat lebih cermat, harga selalu berjalan naik meskipun tidak selamanya memantul di trendline.
Perihal yang lebih cocok kita katakana ialah trendline biru mempunyai resiko tambah tinggi karena harga banyak tembus ke bawah. Saat harga tembus mengarah berlawanan trendline, karena itu itu pertanda tren yang berlangsung tengah alami pelemahan.
Sebenarnya ialah sama dengan chart di bawah ini dimana tren menjadi bearish. Biasanya, saat trader pemula lihat harga berjalan turun seperti di titik ditandakan nomer 3, karena itu mereka akan mengalihkan garis trendline dari titik 1 ke titik 3.
Hal seperti ini diperbolehkan, akan tetapi malah akan membuat kesamaan cocoklogi yang selanjutnya tingkatkan harapan trendline yang baru digambar mesti bertahan. Perihal yang lebih baik dikerjakan ialah membiarkan trendline itu ada di tempatnya serta meningkatkan trendline baru.

Kekeliruan lainnya yang bisa berlangsung dalam penggambaran trendline ialah menghubungkan titik high ke titik high pada suatu tren naik atau titik low ke titik low pada suatu tren turun. Meskipun hal seperti ini tidak dilarang, akan tetapi dengan mengerjakannya karena itu trader tidak mematuhi satu esensi terpenting didalam trading teknikal.
Esensi ini ialah bertrading menantang tren, mungkin trader bingung dengan pengakuan ini. Saat ini coba lihat chart ini. Pertanyaannya ialah, lebih gampang manakah? Apa tempat short atau tempat long yang lebih gampang dalam membuahkan keuntungan?
Bila traders pilih short, karena itu juga bakal kewalahan keluar masuk tempat karena harga selalu berjalan naik dengan berkelanjutan. Bila pilih long, cukuplah beli sekali serta duduk tenang saja, harga akan naik sendiri meskipun ada ayunan turun naik selanjutnya naik.
Memakai trendline dalam trading
Trading memakai trendline sebetulnya bisa berdiri dengan sendiri tiada pertolongan tanda lain-lain. Karena esensi dari trendline ialah lakukan transaksi sama dengan arah tren yang tengah berkembang sekarang ini.
Dengan memakai chart time-frame yang panjang karena itu trendline yang digambar makin kuat, trader cukuplah masuk tempat saat harga menyentuh trendline.

Tetapi selanjutnya bila trader masih tetap sangsi, bisa memberikan pola-pola candlestick sebelum lakukan pembukaan tempat sama dengan chart tersebut. Sekurang-kurangnya ada 3 pattern bullish yang berlangsung saat harga bergesekan dengan trendline serta bisa jadi surat keterangan buat trader untuk lakukan tempat long.
Adalah langkah pemakaian trendline yang mengasumsikan berlangsung penembusan breakout trendline yang lalu dibarengi pengetesan lagi trendline retest serta konfirmasi pantulan bounce. Trader akan menanti di titik retest untuk menempatkan tempat short, berlawanan dengan arah trendline yang naik.
Karena langkah trading ini ambil titik perubahan yang ada diakhir, biasanya bisa membuahkan keuntungan yang besar karena trader temukan titik awal dari tren yang baru.
Akan tetapi kekurangan dari langkah tersebut ialah seringkali terjadinya harga kembali ikuti arah trendline serta meneruskan tren awal.






