Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Kurs Rupiah Melemah Jangka Pendek

Kurs Rupiah Melemah Jangka Pendek

1145
0

Nilai tukar Rupiah naik tipis pada Dolar AS di Rabu 25/Juli pagi hari ini. Menurut USD/IDR Bloomberg, kurs Rupiah ada di Rp14, 515 per dolar AS pada jam 09 : 00 WIB  bergerak naik dibanding dengan harga penutupan kemarin di Rp14, 545. Selain itu, kurs surat keterangan USD/IDR Jisdor Selasa kemarin ada di posisi Rp14, 541 per Dolar AS.

 

Dalam rentang harian, Bloomberg mengestimasi kurs Rupiah diprediksikan akan bergerak di rata-rata 14, 505. 00-14, 519. 00 per dolar AS. Walau demikian, pada umumnya kemampuan bullish Rupiah masih tetap lemah terpenting dalam periode pendek.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Pelemahan Rupiah Hari Ini

 

Ada tiga aspek mendasar yang melemahkan nilai tukar Rupiah pada Dolar AS dalam periode pendek, salah satunya :

 

  1. Tindakan Penghindaran Risiko

 

Menurut analis dari Monex Investindo, Faisyal, melemahnya nilai tukar Rupiah pada Dolar AS kesempatan ini lebih karena oleh tindakan penghindaran resiko risk aversion di kelompok investor.

 

Hal seperti ini dapat dibuktikan dengan penguatan harga emas serta nilai tukar Yen Jepang, dan indeks Dolar yang alami penurunan.

 

Konflik pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Iran Hassan Rouhani membuat beberapa investor hindari asset minat resiko, termasuk juga mata uang komoditas seperti Rupiah. Selain itu, rumor perang dagang juga masih tetap bergelayut serta memang perlu dicermati.

 

 Meningkatnya wawasan untuk perbanyak pelonggaran moneter dari China, menyebabkan pelemahan yuan sampai menyeret mata uang yang lain di Asia,  papar Khoon Goh, kepala penelitian Asia di ANZ Banking Grup.

 

  1. Pelonggaran Kebijakan People’s Bank of China PBoC

 

Rupiah masuk menjadi mata uang terlemah di lokasi Asia, yang disusul oleh Won Korea Selatan. Bloomberg tuliskan jika beberapa langkah pelonggaran moneter yang tengah diusahakan oleh bank sentra China menyeret anjlok sebagian besar mata uang Asia.

 

PBoC tengah membuat beberapa sasaran kebijakan, diantaranya pemotongan pajak serta penerbitan obligasi spesial untuk investasi infrastruktur.

 

  1. Politik Dalam Negeri Menunggu Pengumuman Capres-Cawapres 2019

 

Sedang dari dalam negeri, kerentanan politik mendekati pengumuman capres serta wapres, ikut menyumbangkan desakan buat pelemahan rupiah.

 

Sampai berita ini di anjlokkan, partai-partai belum juga mengambil keputusan siapa perwakilan yang akan mereka angkat menjadi capres serta cawapres periode 2019-2024.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses