Pasangan mata uang USD/CAD terjerumus lebih jauh ke level paling rendah semenjak awal Maret 2019 pada rata-rata 1.3165.
Tidak hanya sebab pelemahan Greenback pada umumnya saat rapat FOMC minggu lalu, animo Dolar Kanada di dukung oleh kenaikan harga minyak mentah global sesudah pecahnya perselisihan AS-Iran di Selat Hormuz. Data penjualan borongan wholesale sales Kanada malam ini makin mengokohkan tempat Loonie.
Badan Statistik Kanada memberikan laporan jika penjualan borongan alami kenaikan cepat sebesar 1.7 % Month-over-Month pada bulan April 2019.
Rekor itu tambah tinggi dibanding perolehan 1.4 % pada periode awalnya, serta jauh melebihi harapan yang cuma dibanderol pada 0.2 % saja. Tetapi, bukan unsur ini sebagai pendorong Dolar Kanada paling relevan, tetapi depresiasi Dolar AS.
Pada pertemuan wartawan saat FOMC minggu lalu, Federal Reserve mengutarakan tujuannya untuk melapangkan kebijaksanaan moneter dalam tempo dekat.
Kemauan itu didukung juga oleh rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang kurang memberi kepuasan dalam beberapa periode paling akhir. Data penjualan rumah serta kepercayaan customer AS yang dikeluarkan malam hari ini juga cetak rekor yang sangat menyedihkan. Mengakibatkan, tindakan jual atas Greenback terus bersambung.
Pantas untuk dicatat, tempat suku bunga Kanada sekarang ini lebih rendah dibanding AS, tapi BoC belum memberi signal eksplisit berkaitan pergantian suku bunga ke depan.
Di lain sisi, kemelut di antara AS serta Iran pecah sesudah Teheran tembak jatuh satu drone AS di selat Hormuz. Efek masalah distribusi melalui jalan penting ini sudah menggerakkan harga minyak mentah type WTI serta Brent kuat cepat ke level paling tinggi semenjak akhir Mei.
Jadi satu diantara negara exportir minyak penting, Kanada turut terdampak positif oleh kenaikan harga itu. Presiden AS Donald Trump sudah menginformasikan sangsi baru pada Iran, tapi beberapa petinggi Teheran membalas dengan mengatakan jadi suatu yang bodoh serta konyol.
Beberapa faksi mensinyalir jika jika perselisihan ini mencapai puncak sampai muncul pertikaian militer, karena itu harga minyak dapat melejit sampai lebih dari USD100 per barel dalam tempo beberapa waktu selanjutnya.y






