DXY bertahan di rata-rata bawah 96.00, dekat posisi terendahnya semenjak bulan Maret. Sesudah turun mencolok minggu lalu karena pengakuan dovish dari Federal Reserve.
Greenback makin tertekan hari 25/6 karena eskalasi perselisihan geopolitik di Timur Tengah di antara AS dengan Iran. Aktor pasar masih memonitor perubahan perselisihan dagang AS-China untuk tahu sebegitu besar prospek damai bisa dirintis minggu ini.
Sampai ini hari, investor serta trader sudah seutuhnya mempertimbangkan jika Federal Reserve akan memotong suku bunga sebesar 25 basis point dalam rapat kebijaksanaannya bulan depan. Bahkan juga, beberapa golongan mensinyalir jika rasio pemangkasannya dapat semakin besar, sampai 50 basis point.
Tetapi, beberapa spekulasi ini terkait dengan perubahan perang dagang AS-China, sebab petinggi Fed awalnya mengaku jika imbas perselisihan itu lah yang dapat menyebabkan perekonomian AS lebih buruk demikian rupa sampai mereka butuh memotong suku bunga.
Pada saat G20 minggu ini di Jepang, Donald Trump direncanakan akan berjumpa dengan Presiden China Xi Jinping dalam usaha untuk mengakhiri konflik ke-2 negara.
Sampai ada satu berita tersendiri dari arena itu, sejumlah besar mata uang peluang akan bergerak sideways atau justru condong tertekan sebab penurunan ketertarikan efek pasar.
Ketertarikan efek pasar dibebani oleh perselisihan di antara AS serta Iran. Minggu lalu, AS menuduh Iran terjebak dalam sabotase dua kapal tanker di dekat wilayahnya.
Iran menangkis tuduhan itu, tapi beberapa waktu selanjutnya tembak jatuh satu drone AS yang disebut melayang-layang di atas lokasi perairannya di Selat Hormuz. Trump sudah sempat diadukan akan memerintah serangan ke Iran, tapi selanjutnya gagal serta menggantikannya dengan sangsi pada beberapa petinggi tinggi Iran saja.
Searah dengan penambahan ketidakpastian, aset-aset safe haven naik pamor. Waktu berita dicatat, Dolar AS sudah turun seputar 0.3 % versi Yen ke rata-rata 106.96, sesaat USD/CHF defensif di posisi paling rendah tahun ini.
Aset-aset yang bisa dipakai jadi pilihan pembayaran lebih disenangi, sebab Dolar dijauhi. Geopolitik serta Fed ialah dua fakta penting dibaliknya, kata Ayako Sera, ahli ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank.






