Tidak seperti lawan Amerika Serikat AS lain, China pilih waspada memberikan komentar masalah tewasnya komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara Amerika Serikat AS.
Menteri Luar Negeri Wang Yi menjelaskan China benar-benar prihatin dengan aksi itu serta mengatakan tidak bisa diterima,.
Dia tidak memakai beberapa kata seperti mengutuk atau mencemooh seperti rekan-rekannya dari Iran serta Rusia.
Seperti dikutip Bloomberg, Wang menjelaskan pada Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif jika China akan mainkan peranan bernilai untuk menolong jaga keamanan regional.
Dalam pembicaraan lewat telephone dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Wang menjelaskan seluruh pihak harus menegakkan hukum internasional.
Respon Beijing yang lunak masalah pembunuhan pada Soleimani ini tunjukkan jika Tiongkok belum juga siap untuk masuk dengan Rusia dalam ambil peranan yang lebih langsung dalam perselisihan yang mengakar di Timur Tengah.
Komentar itu berkelanjutan dengan usaha Tiongkok di waktu dulu untuk menghindarkan loyalitas di daerah yang mereka dapat bertabrakan dengan AS serta sekutunya.
China selama ini tidak banyak berbuat untuk mencegah usaha Presiden AS Donald Trump untuk tingkatkan desakan pada Iran, tidak hanya bela persetujuan nuklir Iran serta mengomentari sangsi sepihak AS.
Senin 6/1, AS menuduh China memihak dengan Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB untuk memblok resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan pada kedutaan besar AS di Baghdad. Irak.
China seperti hadapi dilema, khususnya sebab Presiden China Xi Jinping berupaya untuk membungkus persetujuan perdagangan awal dengan Trump pada bulan ini.
Bagian lain, China sudah tingkatkan kerja sama militer dengan Rusia serta memperluas jalinan dengan Iran.
China tergantung pada Iran kompetitor Arab Saudi jadi penyuplai top minyak asing.
China terjerat dalam dilema dimana tidak mau memprovokasi pemerintahan Trump, tetapi punya kemitraan strategis dengan Rusia serta punya kebutuhan sendiri dipertaruhkan di Iran, kata Shi Yinhong, penasihat kabinet China dan profesor jalinan internasional di Renmin University di Beijing.
Saya mengharap, pemerintah China untuk masih suara mudah, mengatakan kedua pihak untuk meredam diri dari kemelut yang bertambah, paparnya seperti diambil Bloomberg.
China serta Rusia sudah tingkatkan jalinan militer dalam beberapa waktu paling akhir, lakukan latihan angkatan laut bersama dengan tiap tahun serta pengaturan kebijaksanaan keamanan di semua Asia lewat Organisasi Kerja sama Shanghai.






