Sesuai dengan yang kita ketahui dalam perdagangan akhir minggu kemarin, keadaan greenback sedang mengalami tekanannya pada mata uang utama dunia.
Kondisi perdaganan hari ini khusus untuk uang Asia Pasifik secara umum greenback sedikit mengalami desakan lagi terhadap mata uang utama dunia, akan tetapi masih membuthkan kewaspadaan tinggi saat Trump menginginkan menambah sasaran tarif import produk China menuju AS pada akhir minggu kemarin.
Hingga hal ini menyebabkan EURUSD dalam sesi penutupan yang bergerak menguat pada angka 1, 2280, GBPUSD penutupan menguat di angka 1, 4088, AUDUSD penutupan menurun di angka 0, 7673 dan USDJPY penutupan menurun di angka 106, 94.
Dalam perdagangan kemarin nilai dolar AS kesulitan untuk memberi tekanan mata uang utama dunia sesudah konflik perang dagang yang meninggi lagi setelah muncul wacana terkait dialognya AS kontra China untuk menghindari diri dari perang dagang yang semakin memanas.
Sedangkan untuk perdagangan pagi ini, EURUSD bergerak di angka 1, 2271, GBPUSD bergerak di angka 1, 4096, AUDUSD di angka 0, 7689 dan yen di angka 106, 88.
Sama-sama serang selalu terjadi, dimana pihak AS akan mengaplikasikan penggunaan tarif untuk 1300 jenis produk China dengan anggapan yang bernilai sebesar $50 milyar dalam setiap tahunnya, naik jadi $100 milyar untuk setiap tahunnya.
Situasi pagi hari ini buat investor masih meneruskan usaha untuk melepas dolar AS sekali lagi dimana ada rasa kecemasan yang mencapai puncak kalau akan ada akibat dari perang dagang ini dapat buat surat hutang pemerintah AS akan di jual dengan besar dari pihak China.
Laporan dari China sebelumnya juga mengaplikasikan hal yang sama, dari pertamanya yang memiliki nilai tarif sebesar $3 milyar dalam setiap tahunnya, terus bergerak naik jadi $50 milyar.
Tindakan itu rupanya semakin memanaskan situasi di pasar, sampai pembukaan pasar pagi hari ini perkembangan wacana yang mentralisir perang dagang itu masih belum terlihat peristiwanya.






