Pasangan USD/JPY sukses rebound dari rekor paling rendah tiga bulan dengan setahap semenjak session New York tempo hari sampai session Eropa 7/1 ditengah-tengah absensi perubahan baru dalam perselisihan AS-Iran.
Kecemasan pada potensial perang di Timur Tengah menyusut di mata investor serta trader, hingga keinginan pada aset-aset safe haven mulai mengendur. Waktu berita dicatat, Greenback mengambang pada posisi 108.41 versi Yen Jepang.
USDJPY Rebound Di Tengah Sepinya Perubahan Perselisihan AS-Iran
Sesudah pembunuhan seorang petinggi militer senior Iran oleh drone AS, ke-2 negara sempat beradu ancam. Di hari Senin, Iran mengatakan tidak lakukan penetapan kegiatan nuklir yang dimuat dalam persetujuan nuklir 2015 .
Presiden AS Donald Trump melemparkan intimidasi baru untuk menyerang beberapa situs peninggalan budaya Iran. Tetapi, tidak ada perselisihan bersenjata apa saja di antara kedua pihak.
Karena tidak ada kabar buruk selanjutnya yang mengejar dari Timur Tengah, pasar sudah menentramkan diri serta pergantian karena kecemasan awalnya dalam USD atau JPY sudah dikoreksi, papar seornag analis Commerzbank pada kantor berita Reuters.
Sentimen jelas memberi dukungan perdagangan risk-off, tapi Dolar/Yen tidak jatuh banyak sebab beberapa importir Jepang lakukan pembelian, kata Yukio Ishizuki dari Daiwa Securities Tokyo.
Tanpa memerhitungkan keinginan riil, Dolar itu lebih pada banyak mata uang lain. Ini mencerminkan kondisi di Timur Tengah, tapi kita butuh melihat apalagi yang akan berlangsung.
Tidak hanya USD/JPY, beberapa asset pasar keuangan lain alami gerakan korektif ini hari. USD/CHF naik 0.3 % ke posisi 0.9706. Selain itu, harga minyak mentah Brent serta WTI melemah, semasing ke posisi harga 69.10 serta 62.72 Dolar AS per barel.
Di samping rumor perselisihan AS-Iran di Timur Tengah, aktor pasar ke depan akan memonitor lanjutan perundingan dagang AS-China. Penandatanganan persetujuan babak satu direncanakan pada tanggal 15 Januari 2020 akan datang.
Diikuti dengan kepergian Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk mengulas persetujuan babak dua.
Jika persetujuan dagang itu nyatanya gagal terjadi atau AS serta Iran terjebak benturan, karena itu harga aset-aset safe haven serta komoditi minyak kemungkinan akan kembali melompat.






