
Index dolar AS DXY longsor sekitaran 0.4 % pada sesion New York ini hari 14/7/2021. Walau pergerakan inflasi AS bertambah.
Pengakuan terkini dari Ketua Federasi Reserve Jerome Powell memupus keinginan untuk bullish-nya dolar AS di kelompok investor dan trader. Saat informasi dicatat, greenback terlihat lumpuh dalam semua pasangan mata uang mayor.
Dolar AS Roboh
Dalam referensinya di depan Konferensi AS, Ketua The Fed mengatakan jika ekonomi masihlah jauh dari tingkat yang diharapkan bank sentra sesaat akan kurangi stimulan moneternya.
Powell mengaku terus berjalannya perbaikan perekonomian, tapi yakini jika tingkat ketenagakerjaan masih ada di bawah tingkat pra-pandemi.
Data inflasi customer AS dan inflasi produsen AS untuk bulan Juni 2021 solid tampilkan pergerakan yang melebihi harapan pasar.
Meskipun begitu, Powell mengatakan jika The Fed masih tetap memiliki pendapat peningkatan harga-harga sekarang ini cuman sementara dan terkait dengan normalisasi kegiatan ekonomi sehabis kelonggaran bermacam lockdown COVID-19.
Powell menambah juga jika The Fed terus akan memberinya support stimulan moneter sampai rekondisi usai.
Dibanding The Fed, dua bank sentra mata uang mayor lain malah berlaku lebih hawkish. Bank sentra New Zealand RBNZ barusan pagi umumkan akan akhiri program pembelian obligasinya bulan ini, hingga memantik pertaruhan sekitar prospect peningkatan suku bunga NZ di bulan Agustus.
Bank sentra Kanada BoC meneruskan beberapa langkah tapering bertahapnya dengan memotong pembelian obligasi dari CAD3 miliar jadi CAD2 miliar /minggu.
BoC mengatakan akan jaga suku bunga masih tetap sampai kemampuan tersisa dalam ekonomi sudah teresap secara baik, kemungkinan di paruh ke-2 tahun 2022.
Meskipun begitu, performa NZD/USD dan USD/CAD di atas lapangan malah bersimpangan. NZD/USD melesat lebih dari 1 %, sementara USD/CAD justru diperjualbelikan flat pada range 0.2510-an.
Peristiwa ini muncul karena RBNZ menempati status paling depan dalam harapan peningkatan suku bunga semua mata uang khusus.
Pada umumnya, meskipun persepsinya ialah jika bank BoD cukup hawkish, terlebih bila dibanding dengan The Fed, pada akhirannya kami menginginkan sedikit ketimpangan di antara waktu peningkatan suku bunga di ke-2 bank sentra, ungkapkan Douglas Porter, kepala ekonom BMO Capital Markets.





